Muara Enim – Javanewsonline.co.id |
Akibat dari aksi massa putar balik kendaraan angkutan batubara, terkait kecelakaan lalulintas, akhirnya kepala desa dan kelurahan di Kecamatan Lawang Kidul melakukan pertemuan pada Senin (12/6), bertempat di kantor Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim.

Dalam pertemuan tersebut, selain 4 kepala desa dan 3 lurah, juga hadir Bhabinkamtibmas dan Babinsa, BPD, LPMK, RW dan Ketua RT dalam Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, Senin (12/6).
Di forum rapat, para kepala desa dan lurah menyampaikan aspirasi dari warga, yang melakukan aksi putar balik terkait kendaraan menabrak seorang karyawan BAK dan mengakibatkan karyawan tersebut meninggal dunia, spontan warga menggelar aksi beramai ramai menyetop kendaraan angkutan batubara yang melintas di jalan raya Desa Lingga.
Dengan kejadian tersebut, hingga hari ketiga aksi massa putar balik kendaraan angkutan batubara masih tetap berlanjut. Masyarakat menuntut kendaraan angkutan batubara tidak boleh melintas di jalan raya (jalan nasional) dan harus membuat jalan sendiri (jalan khusus).
Kesimpulan pertemuan Kepala desa dan Lurah se Kecamatan Lawang Kidul yaitu,
1. Masyarakat meminta kepada Plt Bupati, agar angkutan batubara tidak melintas di jalan nasional lagi.
- Masyakarat meminta kepada Plt Bupati, agar segera membuat jalan khusus untuk Angkutan Batubara.
- Masyakarat meminta kepada Plt Bupati, agar segera mengajak mediasi kepada perusahaan terkait dan melibatkan perwakilan masyarakat, perwakilan pemerintah desa/kelurahan Kecamatan Lawang Kidul.
- Memberikan waktu 3 hari kepada Camat Lawang Kidul, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ini kepada pemerintah daerah agar ditindaklanjuti segera, terhitung tanggal berita acara dibuat. (wis/mar)
