Palangka Raya – Javanewsonlene.co.id | Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran terus melakukan inovasi dan terobosan dalam upaya pemerataan pembangunan, baik dari segi infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, serta program peningkatan kesejahteraan rakyat dan perekonomian dalam artian luas, termasuk dalam penyediaan Rumah Tidak Layak Huni.

Keterbatasan anggaran Pemprov Kalteng tidak menyurutkan semangat pemerataan pembangunan di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Tanah Berkah, Pemprov Kalteng. Hal tersebut dibuktikan dengan langkah Pemprov Kalteng yang telah melakukan bedah rumah sebanyak 14.249 unit, dalam kurun waktu masa kepemimpinan H Sugiato Sabran sebagai Gubernur Kalteng.

Menurut Gubernur Kalteng, H Sugiato Sabran, untuk tahun 2021 walaupun kondisi pandemi Covid-19 belum berakhir, Pemprov Kalteng tetap akan membangun 750 unit rumah dengan anggaran Rp 15 miliar untuk masyarakat yang  berpenghasilan rendah, adapun 750 unit rumah ini tersebar di 10 Kabupaten dan 1 Kota.

“Program bedah rumah harus tepat sasaran dan tepat manfaat, perbaikan rumah menjadi rumah layak huni yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tersebar di wilayah kabupaten/ kota se-Kalteng,” kata Gubernur Sugianto.

Selain program bedah rumah, perhatian Gubernur juga fokus untuk memperhatikan veteran pejuang dan janda pejuang yang belum memiliki tempat tinggal yang layak huni. “Veteran pejuang telah mengorbankan harta bahkan nyawa, inilah kewajiban kita sebagai penerus memberikan apresiasi kepada mereka dengan memberikan kehidupan yang layak,” ujarnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Provinsi Kalteng ini mengatakan, melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Pemprov Kalteng telah melaksanakan kegiatan bedah rumah berupa rehab rumah bagi veteran dan janda pejuang, dengan total hibah sebanyak 70 unit rumah dengan rincian yakni penerima hibah bagi Veteran sebanyak 56 orang dan janda pejuang sebanyak 14 orang, dengan total anggaran sebesar Rp 1.669.500.000.

Salah satu masayakat yang menerima manfaat program bedah rumah adalah rumah milik Idrus warga Desa Anjir Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah dan Sukarman yang merupakan warga Desa Anjir Purbasari.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Prov Kalteng, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), persentase Rumah Tidak Layak Huni di Provinsi Kalteng cenderung meningkat sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2021, yakni 42,17% pada tahun 2017, 43,79 % pada tahun 2018, 47,90% pada tahun 2019 dan meningkat 51,97% pada tahun 2020. (Suparto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.