Kab Serang – Javanewsonline.co.id |  Suasana pagi yang cerah, disertai udara pagi yang sangat sejuk, menambah semangat para petani yang pagi itu sudah berada disawah. Tapi semangat itu kini mengendur, karena lahan persawahan yang digarap oleh Petani saat ini mengeras, karena tertutup reruntuhan longsornya tanah.

M Usup Buruh tani harian dari Kampung Korod RT 08 RW 03 Desa Cisalam Kecamatan Baros Kab Serang mengeluhkan hal tersebut. Sudah beberapa hari ini Ia menggarap sawah dengan menggunakan mesin traktor. Sebab, aliran air yang mengaliri persawahannya kini tidak bisa lagi dicangkul.

Aliran air yang selama ini mengairi sawah, saat ini tertutup reruntuhan longsoran tanah, makanya tanah sawah menjadi keras dan susah dicangkul, sehingga saya menggunakan traktor untuk menggarap sawah tersebut,” ucapnya.  

Hal ini bukan saja dikeluhkan oleh M Usup saja, tapi menjadi perbincangan para petani penggarap lahan pesawahan di kampung tersebut. Segala cara sudah dilakukan oleh warga, agar permasalahan di desa tersebut diketahui oleh pemerintah, melalui proposal yang diajukan oleh Poktan yang ada di desa tersebut. Warga berharap, pemerintah mau mendengar dan segera merealisasikan pembangunan irigasi di desa itu, agar aliran airnya dapat mengairi persawahan disekitarnya, yang luasnya lebih dari 10 hektar.

“Besar harapan saya kepada Dinas Pertanian Kabupaten Serang, agar mengabulkan permohonan kami untuk pembangunan irigasi yang sangat besar manfaatnya bagi para Petani di Kp Korod Desa Cisalam,” ucap warga. (Bahrudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.