Pelalawan – Javanewsonline.co.id | Kabupaten Pelalawan memiliki luas 1.392.494 Ha, terdiri dari 12 Kecamatan, mempunyai lahan pertanian yang dapat menjaga ketahanan pangan atau swasembada pangan berupa lumbung padi yang berada di delapan (8) Kecamatan dengan luas persawahan 7.969 Ha.

Dalam meningkatkan ekonomi masyarakat petani, selaras dengan Visi dan Misi Bupati Pelalawan H Zukri Misran dan Wakil Bupati Pelalawan H Nasarudin SH MH, yakni “Pelalawan Maju 2026“, yang visi nya mewujudkan kemakmuran ekonomi di perkotaan dan di pedesaan dan berdaya saing (maju ekonomi), misi pembangunan Kabupaten Pelalawan adalah meningkatkan kualitas pembangunan manusia, meningkatkan pertumbuhan ekonomi mandiri dan berdaya saing, juga meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DKPTPH) Kabupaten Pelalawan Tengku Nahar SP MSi mengatakan, Kabupaten Pelalawan memiliki 5 jenis benih padi unggulan, yaitu Jenis Cekau, Karya, Bono, Inpara dan Mendol.

Adapun jenis padi dan deskripsi sekaligus lama produksi meliputi, pasang surut sangat genjah produksi tinggi (aromatik) yang merupakan turunan dari jenis Cekau 34 x Cisantana, untuk deskripsinya umur 105 hari, tinggi 116 cm, anakan lebih kurang 12, bentuk gabah ramping, kerebahan tahan, tekstur nasi pera, bobot 1000 biji 27,4 gram, jumlah biji 280 dan potensi hasil 8,2 Ton/Ha.

Direktur Utama BUMD
Benih Padi jenis Mendol Pelalawan varietas padi pasang surut sangat genjah merupakan turunan dari karya Pelalawan x Fatmawati, untuk deskripsinya umur 100 hari, Tinggi 129 cm, anakan 14 – 18, bentuk gabah ramping, tekstur nasi sedang, bobot 1000 biji 25,4 gram, jumlah biji 264 dan potensi hasil 7,3 ton/ha.
Dari lima jenis benih padi (Pemulia Dr Parlin H Sinaga SP MP dan Supartopo) tersebut tersebar didelapan Kecamatan, yaitu Kecamatan Kuala Kampar, Kecamatan Pelalawan, Kecamatan Bunut, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kecamatan Bandar Petalangan, Kecamatan Kerumutan, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kecamatan Teluk Meranti yang nantinya dapat memajukan atau mensejahterakan para petani padi khususnya.
Untuk mensejahterakan masyarakat petani, Tengku Nahar SP MSi menambahkan, selain petani padi sudah diarahkan kepada masyarakat melalui Penyuluh Dinas DKPTPH Kabupaten Pelalawan, untuk menanam sayur-sayuran dan cabe, dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang masih tersisa.
“Tentunya dengan adanya lima benih padi unggulan lokal yang merupakan inovasi Dinas DKPTPH Kabupaten Pelalawan, dapat meningkatkan kemakmuran dan mensejahterakan masyarakat petani padi dari IP100 (sekali tanam dalam satu tahun) ke IP200 (dua kali tanam dalam setahun), dengan hasil yang lebih maksimal,” ujar Tengku Nahar SP MSi.
Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (Dirut BUMD) Tuah Sekata Tengku Efri Syah Putra SSos menyampaikan bahwa BUMD ikut hadir membangun pertumbuhan ekonomi dalam sektor tanaman pangan, yakni petani padi yang ada di Kabupaten Pelalawan, khususnya di Kecamatan Kuala Kampar, yang memiliki kurang lebih pesawahan 5.000 ha, menghasilkan 2 ton/ ha gabah sekali panen.
“Dengan tumbuhnya ekonomi masyarakat petani padi, tentu dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pelalawan di sektor pertanian petani padi, yang selaras dengan Visi–Misi Bupati, yakni Pelalawan Maju 2026, salah satunya Pelalawan Makmur dan Pelalawan Sejahtera,” ungkapnya.
Dalam menjaga kualitas Beras Penyalai, Direktur Utama BUMD T Efri Syah Putra S.Sos berharap harus terus ditingkatkan sampai menjadi beras premium dan dengan kebersamaan antara Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian, akan terus memberikan penyuluhan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) kepada para petani yang ada di Kabupaten Pelalawan khususnya di Kecamatan Kuala Kampar agar dapat berdaya saing.
“BUMD terus berinovasi dan membuat terobosan dalam sektor pemasaran Beras Penyalai, untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan petani padi, khususnya di Kecamatan Kuala Kampar, dengan membuka Pasar Modern, Gerai Beras Penyalai dan lain sebagainya,” papar Dirut BUMD Tuah Sekata T Efri Syah Putra SSos
Bupati Pelalawan H Zukri Misran mendukung peningkatan pengembangan tanaman padi, sebab Pemerintah daerah sangat komit dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor pertanian khususnya petani padi yang ada di Kabupaten Pelalawan, terutama petani padi yang ada di Kecamatan Kuala Kampar, sehingga diharapkan petani dapat maju Sumber Daya Manusia, berdaulat dan mandiri secara ketahanan pangan.
Mewujudkan hal itu, pihaknya akan menyediakan sarana pendukung bagi petani, seperti alat pertanian yang modern (alsintan), irigasi yang baik, serta adanya langkah-langkah untuk pengelolaan lebih maksimal, sehingga hasil panen padi lebih maksimal. (Adv/Erizal)

