Serang – Javanewsonline.co.id | Dinas ketahanan pangan Provinsi Banten memastikan stock pangan di Banten dalam kondisi aman sampai akhir tahun 2020. Kepala Dinas Ketapang Provinsi Banten Aan Muawanah menerangkan, bahwa stock pangan akan aman sampai desember mendatang.

“kalau dilihat dari data pertanian dan pragnosa panen, Banten aman dari kerawanan pangan meskipun saat ini Covid-19 trendnya sedang naik. Kita juga sudah melaporkan ke Mendagri dan Gubernur,” kata Aan kepada javanews.co.id belum lama ini di ruang kerjanya.

Menurut Aan, cadangan pangan yang tersedia saat ini yakni 40 ton beras, ada penambahan di perubahan sekira kurang lebih 80 ton. ini akan cukup sampai akhir tahun dan untuk ketersediaan antisipasi, meskipun saat ini beberapa kabupaten kota zona merah akibat Covid-19, namun tidak mengganggu aktifitas produksi petani.

Terhambatnya penjualan atau perdistribusian hasil panen, disebabkan karena diberlakukannya PSBB untuk zona merah. Ia sudah memberikan solusi kepada para petani, untuk menjual hasil panen ke perumahan-perumahan dan konsumen pun bisa mendapatkan harga yang lebih murah karena dari petani langsung.

Aan menambahkan, Antisipasi yang sudah disiapkan saat ini adalah, untuk para Nelayan yang akan menghadapi cuaca angin barat, sehingga mereka tidak bisa melaut, dengan teknis dilapangan by name by adress, ini merupakan hasil dari masukan Dewan Provinsi beberapa hari lalu. “Sedangkan untuk mengantisipasi kemarau panjang dan kerawanan pangan, kita sudah mendorong masyarakat untuk memjalankan program pangan lestari, yaitu semua orang agar menanam pangan di halamannya, cara ini merupakan salah satu pengentasan kerawanan pangan,” ungkapnya. (Neng)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.