Rangkasbitung – Javanewsonline.co.id | Sejak dikunjungi Persiden Pertam Indonesia Ir. Sukarno pada 1957, Stasiun Rangkasbitung terus mengalami berbagai perkembangan. Stasiun Rangkasbitung (RK) adalah stasiun Kereta Api kelas besar tipe C yang terletak di Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung, Lebak.

Stasiun yang terletak pada ketinggian kurang lebih 22 meter dpl ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta (DAOP I) dan merupakan stasiun terbesar di Provinsi Banten.
Stasiun ini memiliki empat jalur aktif dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Semua Kereta Api melintasi jalur Tanah Abang – Merak pasti berhenti di stasiun ini.
Terdapat penambahan bangunan stasiun baru untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan penumpang, selain itu pembangunan jalur ganda (double track) antara Stasiun Maja – Stasiun Rangkasbitung akan meningkatkan frekuensi perjalanan maupun kapasitas angkut KRL Lintas Tanah Abang – Rangkasbitung menjadi dua kali lipat.

Keberadaan jalur ini sangatlah strategis karena bukan saja menghubungkan Jakarta dengan kota Rangkasbitung tapi jalur ini juga menghubungkan pelabuhan Merak.
Sehingga jalur ini terintegrasi dengan moda penyebarangan laut, sementara bangunan lama tidak dirubah dan sudah ditetapkan sebagai cagar budaya.
Sejak 1 April 2017 stasiun ini juga melayani KRL Commuter Line Green Line dengan relasi Rangkasbitung-Tanah Abang PP, setelah pemasangan kabel listrik aliran atas di jalur lintas Maja-Rangkasbitung selesai.
Jalur dilengkapi dengan 19 stasiun kereta api yang terdiri dari satu stasiun kelas station, delapan stasiun kelas halte dan sepuluh stasiun kelas stopplaats.
“Beban Stasiun Rangkasbitung cukup berat, maka perlu menambah kapasitas layanan dan area,’ kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Provinsi Banten Bara Hudaya.
Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak PT KAI, sambung Bara, bahwa terkait dengan integritas dan koneksitas rencana perluasan pembangunan Stasiun Rangkasbitung akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama pada tahun ini akan dilakukan perbaikan rel, dan pembangunan stasiun pada tahap dua di tahun 2023-2024. (adv)

