Jakarta- Javanewsonline.co.id | Selama berusaha menyosialisasikan konsep upaya pengurangan tingkat kriminalitas di Indonesia, bahkan di luar negeri, Boen Harsono tidak pernah putus asa, setelah hampir tiga bulan untuk bisa sampai pada pejabat Direktorat Jenderal pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham).
Validitas dan reliabilitas konsepnya minimal sudah melalui pendalaman mengenai keilmuan otak dalam psikiatri atau brain science in psychiatry. Selain itu, ia sudah mendapat Award (Penghargaan) serta pengakuan dari beberapa lembaga/institusi di luar negeri, terutama India. “Ada tantangan, (yakni) award dan pengakuan dari institusi di dalam negeri Indonesia terutama Ditjenpas,” kata Boen Harsono.

Berlatar belakang pendidikan teknik mesin dan lulusan program S2 (Master of Business Administration/MBA) Philippines School of Business Administration, serta di wisuda di Manila dan Filipina, bukan halangan untuk mendalami brain science in psychiatry.
Terbukti, ia mendapat award (penghargaan) serta pengakuan dari beberapa lembaga/institusi di luar negeri, terutama India. Psikiatri adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari aspek kesehatan jiwa, serta pengaruhnya timbal balik terhadap fungsi-fungsi fisiologis organ-biologis tubuh manusia.
Ia berhasil membuat suatu penelitian/riset yang esensinya dapat menurunkan jumlah tindak kejahatan / kriminalitas. “Penelitian saya telah diperiksa oleh dua journal dan satu universitas. Journal yang pertama adalah International Journal of Indian psychology yang telah memeriksa dan mempublikasi penelitian saya,” kata Boen Harsono.
Penelitian mendapat nilai excellent, dengan nilai minimum 86 dan nilai maksimum 90. International journal of Indian psychology bekerja sama dengan Indian psychological association yang mengakui hasil penelitian tersebut. Journal ke-dua yang telah memeriksa penelitiannya, Academic Journal of Forensic Sciences di negara India.
“Mereka ingin mempublikasi penelitian saya, namun penelitian saya sudah terlebih dahulu dipublikasi oleh International Journal of Indian Psychology, jadi penelitian saya tidak bisa dipublikasi ulang,” kata Boen Harsono, kelahiran Jakarta, 58 tahun yang lalu.
National Forensic sciences university yang berada di Gandhinagar, Gujarat india juga telah memeriksa penelitiannya, sampai mendapat nilai ‘very good’. Penilaian langsung diberikan oleh rektornya, Prof Dr SO Junare. National Forensic Sciences University (lembaga pendidikan tinggi di Gandhinagar, Gujarat) melalui Prof Dr SO Junare sudah lebih dulu membentuk satu team yang terdiri dari para professor. “Tujuannya adalah pembentukan team kerja, tentunya untuk memeriksa riset saya. Riset saya diberi nilai ‘very good’ oleh Prof Junare.
Federal Bureau of Investigation (FBI) yang bermarkas di Amerika juga telah mendokumentasi penelitian saya. Riset saya kan mengenai crime (kriminalitas). Tapi FBI melihatnya (hasil penelitian) seperti markas besar Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia), bahwa mereka tidak bisa comment, tidak bisa endorse, karena tidak sesuai ranahnya,” kata pemilik usaha importir metal & wood cutting tools (dari Taiwan). (Liu)

