Gowa – Javanewsonline.co.id | SMK Negeri 1 Gowa terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing lulusannya melalui program Uji Sertifikasi Kompetensi Tahun 2026. Program yang didukung pemerintah tersebut bertujuan memastikan peserta didik tidak hanya memiliki ijazah formal, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.

Kepala UPT SMK Negeri 1 Gowa mengatakan sertifikat kompetensi yang diterbitkan melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memiliki nilai penting dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Menurutnya, sertifikat tersebut menjadi bukti kemampuan yang dapat meningkatkan peluang lulusan untuk diterima di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Di era saat ini, ijazah menjadi bukti formal kelulusan, sedangkan sertifikat kompetensi menjadi salah satu syarat penting yang menunjukkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja,” ujarnya saat kegiatan sosialisasi kepada siswa, Jumat (21/6/2026).

Ia menjelaskan, program sertifikasi tersebut sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah sehingga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengakuan kompetensi tanpa harus menanggung biaya yang besar.

Pada tahun 2026, terdapat lima sekolah di Sulawesi Selatan yang menerima bantuan program sertifikasi kompetensi, yakni SMK Negeri 1 Gowa, SMK Negeri 4 Gowa, SMK Negeri 5 Gowa, SMK Negeri 1 Makassar, dan SMK Negeri 1 Sinjai. SMK Negeri 1 Gowa menjadi salah satu sekolah dengan jumlah penerima manfaat terbesar.

Pelaksanaan sertifikasi di sekolah tersebut difokuskan pada dua program keahlian, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dengan skema Junior Administration Network serta Pemasaran dengan skema Konten Kreator. Kedua bidang itu dinilai sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan ekonomi digital.

Pihak sekolah mewajibkan seluruh siswa yang telah ditetapkan sebagai peserta untuk mengikuti uji kompetensi yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026 sebelum menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) mulai 1 Juli mendatang.

Melalui program ini, lulusan SMK Negeri 1 Gowa diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat berupa ijazah dan sertifikat kompetensi berstandar nasional sehingga mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja masa kini. (Syarifuddin)