Menata Kebijakan Investasi untuk Meningkatkan Ekonomi Nasional

Kediri – Javanewsonline.co.id | Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan BP Batam bersatu dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Membangun Semangat Ekspor untuk Peningkatan Ekonomi Nasional: Kemudahan Investasi di Batam.” Acara yang digelar di hall meeting room Kebun Bibit Kediri pada Sabtu (11/11) ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis guna memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri yang berfokus pada ekspor.

Dalam seminar ini, M. Sarmuji S.E., M.Si., Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, dan Freddy S.M. Simanjuntak, Asst. Manager Pemasaran dan Pengembangan Usaha BP Batam, memimpin diskusi yang melibatkan pemangku kepentingan utama. Purwiyanto, Wakil Ketua Badan Perusahaan Batam, turut serta secara virtual untuk memberikan pandangan tentang kondisi dan kebijakan pembangunan di Batam.

Freddy S.M. Simanjuntak, dalam sambutannya, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan BP Batam secara langsung, namun menekankan bahwa dukungan secara virtual tetap diberikan. Diskusi ini menjadi forum untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyajikan informasi terkini dan ide-ide inovatif terkait peningkatan ekspor di Indonesia.

Purwiyanto, Wakil Kepala BP Batam, memaparkan letak strategis Pulau Batam, yang terletak di antara Singapura dan Malaysia, dipisahkan oleh Selat Malaka. Dengan berkembangnya Batam sebagai daerah industri perkapalan, perdagangan, dan pariwisata, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan kebijakan strategis untuk memajukan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

“Pada tahun 2022, Batam menciptakan surplus perdagangan yang signifikan, memberikan kontribusi sebesar 79 persen terhadap ekspor Kepulauan Riau,” ungkap Purwiyanto. “Upaya strategis yang diterapkan di kota Batam telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja.”

M. Sarmuji S.E., M.Si., Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, menyampaikan bahwa Batam memiliki potensi besar untuk menjadi wilayah unggul. Dengan letak geografis yang sangat strategis, Pulau Batam berkembang pesat dalam sektor industri, perdagangan, dan pariwisata. Sarmuji menekankan bahwa keterbatasan wilayah Singapura menciptakan peluang bagi Batam untuk menjadi pusat industri pendukung yang strategis bagi perkembangan ekonomi nasional.

“Keberadaan Batam ke depan mampu menjadi supplier dan tempat bertumbuhnya industri pendukung yang tidak dimiliki oleh Singapura,” ujar Sarmuji. “Pemahaman akan kebutuhan Singapura terhadap kawasan penyangga menjadi kunci bagi kemajuan Batam dan investor untuk menunjang ekonomi nasional.”

Seminar ini menjadi titik tolak penting dalam merancang langkah-langkah strategis untuk membangun semangat ekspor, meningkatkan investasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Batam, dengan potensinya yang besar, diharapkan dapat terus berkontribusi sebagai motor penggerak utama dalam mengangkat derajat ekonomi Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. (JK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.