Cibinong – Javanewsonline.co.id |  Wartawan Bogor Bersatu (FWBB) menggelar kegiatan Bakti Sosial Khitanan Massal dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2021, Sabtu (27/02/2021). Pada gelaran Bakti Sosial Khitanan Massal kali ini, FWBB bekerjasama dengan Yonkes 1 Kostrad dan Indonesian Grand Vitara Chapter Jakarta. Rencananya kegiatan bakti sosial seperti ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Kegiatan ini dilaksanakan di Klinik PPK 1 Yonkes 1 Kostrad, yang berlokasi di Jalan Cimandala Sukaraja Kabupaten Bogor. Target peserta khitanan massal ini adalah anak-anak warga beberapa desa yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu.

Setiap peserta khitanan massal mendapatkan goody bag berupa baju koko, peci, sarung, celana khitan,snack dan uang santunan. Kegiatan bakti sosial ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bogor R Irwan Purnawan, Ketua PWI Kabupaten Bogor H Subagiyo, Camat Bojonggede Dace Hatomi dan Kades Cimanggis Abdul Azis Anwar.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, R Irwan Purnawan mengapresiasi pada kegiatan FWBB. ”Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena telah membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini, semoga kedepannya FWBB bisa lebih sukses dan maju,” ujarnya.

Senada, Ketua PWI Kabupaten Bogor, H Subagiyo mengapresiasi kegiatan yang dilakukan FWBB, dalam rangka bakti sosial khitanan massal bekerja sama dengan Klinik PPK 1 Yonkes 1 Kostrad dan Chapter Jakarta (ID-GV) ini. “Kegiatan sosial seperti ini patut dicontoh oleh forum atau organisasi kewartawanan,” ucap Ketua PWI Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Kepala Klinik RS Yonkes 1 Kostrad, dr Yudho menjelaskan, bahwa metode yang digunakan ini berbeda dengan sebelumnya. “Kalau sebelumnya pakai penjepit dan alat potong, saat ini menggunakan metode Cauter atau laser, Cauter atau bedah listrik ini sebagai alat pemotong,” katanya.

Lebih lanjut, dr Yudho memaparkan, bahwa alat cauter akan memotong kulit tanpa menimbulkan perdarahan, karena memiliki sifat panas dan langsung membekukan darah di kulit tersebut.

Ditempat yang sama, Ketua FWBB Iwan Boring mengucapkan terimakasih kepada Yonkes, Indonesian Grand Vitara Jakarta, Kadis Kominfo, Ketua PWI dan seluruh tamu undangan yang sudah mendukung kegiatan ini. Ia berharap, semoga kedepan baik pemerintah atau instansi dapat bersinergi dalam berbagai kegiatan yang sifatnya sosial, guna kepentingan masyarakat banyak. “Alhamdulillah ada 24 peserta khitanan di acara FWBB,” ujar Iwan.

Selain untuk membantu anak-anak, tambahnya, aksi sosial yang digelar panitia, memiliki tujuan utama membantu keluarga kurang mampu dan sebagai bentuk kepedulian serta untuk mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan-pendekatan yang humanis.

 Terlebih, kegiatan sunatan tersebut juga dinilai mengandung nilai keagamaan dan kesehatan. “Hubungannnya dengan Agama Islam, sunat itu wajib bagi laki-laki. Selain itu, memiliki nilai pendidikan kesehatan juga,” pungkasnya.

Ahmad Rofiq (38), orang tua peserta khitan massal mengaku bersyukur, ketika anaknya merengek minta disunat, ia pun langsung mendaftar. “Dapat informasi ada gelaran sunatan massal, saya langsung mendaftarkan anak saya, Alhamdulillah masih diterima panitia, sehingga anak saya juga merasa senang,” tuturnya.

Menurut pria yang bekerja serabutan ini, ia sangat terbantu dengan acara sunatan massal, apalagi di tengah kesulitan akibat pandemi saat ini. Kebutuhan ekonomi yang pas-pasan, membuat dirinya sempat bingung ketika anaknya teriak minta disunat.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Anaknya dapat masuk daftar khitan, karena panitia membatasi peserta khitan hanya 24 anak. “Alhamdulillah, ini rejeki bagi kami, selain dapat sunat gratis, anak kami juga dapat bingkisan dan uang saku,” paparnya berbunga-bunga. (fwbb/sutan) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.