Magetan – Javanewsonline.co.id | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sayidiman Magetan kembali menambah layanan kesehatan dengan membuka klinik urologi.
Layanan yang fokus pada kesehatan saluran kemih dan reproduksi pria ini dapat diakses masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Dokter Spesialis Urologi RSUD dr. Sayidiman, dr. Faathir Baihaqi Ghifary, Sp.U., M.Biomed., menjelaskan urologi tidak hanya mencakup tindakan pembedahan, tetapi juga berbagai prosedur non-bedah. “Layanan urologi ini meliputi saluran kemih dan reproduksi pria. Tidak hanya sebatas operasi, banyak juga tindakan minimal invasif yang kami lakukan,” kata Faathir di Magetan, Senin, 25 Agustus 2025.
Berbagai penyakit dapat ditangani melalui klinik ini, mulai dari batu saluran kencing, infeksi, kelainan bawaan, disfungsi ereksi, hingga tumor dan kanker. “Kami juga menangani kasus keganasan seperti kanker ginjal maupun kanker kandung kemih,” ujarnya.
Salah satu keunggulan layanan urologi di RSUD dr. Sayidiman adalah penggunaan metode endoskopi yang meminimalkan sayatan. Faathir mencontohkan, pasien lanjut usia dengan pembesaran prostat tidak perlu melalui operasi terbuka. “Dengan teknik teropong, tanpa sayatan, kami dapat mengurangi volume prostat sehingga pasien dapat kencing kembali. Perawatan pun jadi lebih singkat,” tutur dia.
Tingginya permintaan masyarakat menjadi salah satu alasan dibukanya klinik ini. Pihak rumah sakit memastikan layanan urologi sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan untuk rawat jalan, rawat inap, hingga gawat darurat. “Dengan terintegrasi BPJS, akses masyarakat semakin luas,” kata Faathir.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa proses administrasi integrasi masih dalam tahap akhir. “Sementara kita belum sepenuhnya melayani BPJS. Prosesnya sudah berjalan, tinggal menunggu ketok stempel,” katanya.
Pembukaan layanan ini diharapkan memperkuat komitmen RSUD dr. Sayidiman dalam meningkatkan akses kesehatan yang terjangkau bagi warga Magetan dan sekitarnya, khususnya dalam penanganan penyakit urologi yang selama ini membutuhkan rujukan ke kota-kota besar. (Rend)

