Sambas – Javanewsonline.co.id | RSUD Sambas memberikan klarifikasi terkait viralnya informasi di media sosial mengenai dugaan seorang pasien melahirkan di teras rumah setelah tidak mendapatkan pelayanan rumah sakit. Pihak rumah sakit menegaskan tidak pernah menolak pasien tersebut.

TU /humas H, Muhardi

Klarifikasi disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha dan Humas RSUD Sambas, H. Muhardi, Rabu, 21 Januari 2026, di ruang kerjanya. Ia menyebut rumah sakit telah berupaya berkomunikasi dengan keluarga pasien sejak awal kejadian.

Menurut Muhardi, peristiwa bermula pada Selasa dini hari, 20 Januari 2026, sekitar pukul 02.30 WIB, ketika pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Maternal RSUD Sambas dengan keluhan mules sejak pukul 01.00 WIB disertai lendir bercampur darah.

“Pasien langsung dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik oleh bidan jaga. Hasilnya, kondisi ibu dan janin normal serta belum memasuki fase persalinan aktif,” kata Muhardi.

Bidan jaga kemudian menjelaskan kondisi pasien kepada keluarga dan menawarkan dua pilihan, yakni menunggu observasi di rumah sakit atau pulang ke rumah dengan catatan segera kembali jika kontraksi semakin sering atau kuat.

Dengan mempertimbangkan jarak rumah yang dekat dari RSUD Sambas, pasien dan keluarga memilih pulang ke rumah yang berlokasi di Gang Jawa, Dusun Jawa, Desa Jagur.

Sekitar pukul 04.00 WIB, keluarga pasien kembali ke IGD Maternal dan menyampaikan ketidakpuasan kepada petugas, serta menyalahkan bidan jaga karena pasien akhirnya melahirkan di rumah.

Muhardi mengatakan bidan jaga telah berupaya memberikan penjelasan ulang terkait keputusan medis yang diambil sesuai kondisi pasien saat itu. Namun, penjelasan tersebut tidak diterima oleh pihak keluarga.

Pada waktu yang bersamaan, bidan jaga juga harus menangani pasien lain yang telah memasuki fase persalinan aktif dan membutuhkan penanganan segera.

Muhardi menegaskan RSUD Sambas selalu mengutamakan keselamatan pasien dan memberikan pelayanan sesuai prosedur medis yang berlaku. (Usman)