Pangkep – Javanewsonline.co.id |  Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali mengukir prestasi melalui program rehabilitasi dan revitalisasi di daerah irigasi Tabo-Tabo. Tidak hanya sekadar memperbaiki jaringan irigasi, namun juga menghadirkan inovasi melalui revitalisasi pintu dan bangunan ukur untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Badan Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang turut ambil bagian dalam menjalankan program strategis Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project. Fokus utama program ini adalah menjadikan penggunaan air di daerah irigasi Tabo-Tabo lebih efektif, terutama pada musim tanam II (April – September) yang sering menghadapi kekurangan pasokan air.

Salah satu langkah inovatif yang diambil adalah melakukan revitalisasi pintu di bendung, termasuk pintu penguras dan dua pintu intake yang dilengkapi dengan aktuator. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengoperasian di bendung. Selain itu, dilakukan pemasangan Automatic Water Level Recorder (AWLR) pada setiap bangunan untuk memberikan data tinggi muka air, yang nantinya akan dikonversi ke debit air.

Pemasangan bangunan ukur atau ambang lebar juga menjadi bagian dari program ini. Tujuannya adalah untuk memastikan pengukuran debit yang akurat pada masing-masing saluran sekunder. Dengan demikian, penggunaan air oleh kelompok Pertanian Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (P3A) dapat lebih efisien sesuai dengan kebutuhan umur tanaman yang diperlukan.

Program ini, yang dikenal sebagai SIMURP (Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Air Pompengan), telah berlangsung selama kurang lebih 15 tahun. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam sistem pertanaman dan pengelolaan irigasi yang lebih efektif. Meskipun kebutuhan air terus meningkat, namun perubahan ini diharapkan dapat memberikan solusi cerdas dalam pengelolaan air irigasi yang terukur dan efisien.

Para pemangku kepentingan diharapkan dapat bersikap bijak dalam penggunaan air irigasi sesuai dengan penekanan pada program SIMURP. Sebuah langkah revolusioner yang tidak hanya membawa perubahan pada infrastruktur, tetapi juga pada pola pikir dan kebijakan dalam memanfaatkan sumber daya air yang semakin berkurang. (Jufri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.