IDI dan Pemkab Donggala Gelar Bakti Sosial HUT ke-75 untuk Lansia dan Kelompok Rentan
Donggala – Javanewsonline.co.id | Ratusan warga Kabupaten Donggala dari kalangan lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat rentan memperoleh layanan kesehatan mata melalui operasi katarak gratis dalam rangkaian Bakti Sosial (Baksos) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tahun 2025.
Kegiatan sosial ini berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2025, di RSUD Kabelota Donggala, Kecamatan Banawa, Kelurahan Kabonga Besar. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara IDI Wilayah Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Donggala, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), serta Kementerian Sosial RI melalui Sentra Nipotowe Palu.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis dan relawan yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menilai program ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.
“Program ini tidak hanya mengembalikan penglihatan, tetapi juga mengembalikan harapan hidup bagi banyak warga Donggala. Kami sangat berterima kasih kepada IDI dan seluruh pihak yang telah berkontribusi,” ujar Vera.
Sementara itu, Kepala Sentra Nipotowe Kota Palu, Diah Rini Lesmawati, menjelaskan bahwa sasaran utama operasi katarak ini adalah masyarakat lanjut usia dan kelompok rentan sosial, termasuk penyandang disabilitas dan warga dari keluarga miskin ekstrem. Ia menuturkan, pelaksanaan operasi dilakukan dengan pendampingan tenaga medis profesional dari tim pusat Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI.
“Pada kegiatan ini, kami bergabung dengan tim dari pusat untuk menangani pasien-pasien katarak dari kelompok lansia, disabilitas, serta masyarakat miskin. Selain operasi, kami juga memberikan dukungan berupa paket nutrisi, alat bantu, dan bantuan sosial lainnya,” kata Diah.
Ia menambahkan, bagi pasien yang tidak lolos pemeriksaan medis (screening) akibat kadar gula darah tinggi atau kondisi kesehatan lain, panitia tetap memberikan bantuan berupa paket nutrisi agar mereka tetap mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.
“Jadi meskipun tidak dapat menjalani operasi, mereka tidak pulang dengan tangan kosong,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat, Risma, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya setelah menjalani operasi katarak gratis. Ia mengaku telah lama mengalami gangguan penglihatan yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit.
“Sekian lama penglihatan saya buram, bahkan untuk mengurus rumah saja sudah tidak jelas. Alhamdulillah setelah operasi ini, saya bisa mulai melihat lebih terang. Terima kasih kepada dokter dan pemerintah Donggala,” ujarnya haru.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Donggala dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sejalan dengan visi daerah “Donggala Sejahtera, Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.” Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. (Sir)

