Magetan – Javanewsonline.co.id  | Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Timur, F. Bagus Panuntun, melakukan safari Ramadhan dengan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Miftahu Nurul Huda, Magetan, Kamis (19/3/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung pengasuh pondok, KH Abdul Wakid. Agenda ini bertujuan mempererat hubungan antara pengurus partai dengan kalangan ulama sekaligus meminta nasihat terkait dinamika politik di Jawa Timur, khususnya di Magetan.

Bagus Panuntun menegaskan bahwa pertemuan dengan para kiai tidak semata-mata berkaitan dengan kepentingan politik, tetapi juga sebagai upaya membangun silaturahmi serta memohon doa agar PSI dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Pertemuan ini sangat positif. Kami mendapatkan banyak arahan dan wejangan dari para kiai di Magetan,” ujar Bagus.

Ia menambahkan, wilayah Magetan dan Ngawi menjadi perhatian khusus karena berada di ujung barat Jawa Timur. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan kunjungan untuk memperkuat basis partai di daerah tersebut.

Menurut Bagus, PSI yang telah berdiri lebih dari satu dekade masih belum memiliki wakil di Magetan. Ke depan, partainya menargetkan perolehan kursi legislatif, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Untuk DPRD Provinsi kami menargetkan 10 kursi, sementara untuk DPRD kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur sebanyak 100 kursi. Khusus Magetan, kami menargetkan enam kursi DPRD,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan senior dalam tubuh partai agar dapat saling melengkapi dan memperkuat soliditas organisasi.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Magetan, Khairil Anam, menyebutkan bahwa struktur partai di tingkat kecamatan telah terbentuk secara menyeluruh.

“Alhamdulillah, untuk DPC di 18 kecamatan sudah lengkap semua,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Abdul Wakid berpesan agar para politisi tetap menjaga akhlak serta berpihak pada kepentingan dan kemaslahatan rakyat. Kegiatan silaturahmi ditutup dengan doa bersama serta penyerahan cinderamata kepada pengasuh pondok pesantren. (Rend)