Pangkep – Javanewsonline.co.id | Petani garam di Kelurahan Bori Masunggu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berharap pemerintah daerah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) garam. Hal ini menyusul panen garam yang melimpah tahun ini, Jumat (15/9)
Kepala Kelurahan Bori Masunggu, H. Andi Arif Pangngurisan, mengatakan bahwa tahun ini petani garam di wilayahnya berhasil panen garam dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, cuaca panas dan musim kemarau panjang yang berkepanjangan membuat produksi garam meningkat.
Namun, Arif menyayangkan harga garam yang masih sangat bervariasi. Menurut laporan dari petani, harga garam di tingkat petani berkisar antara Rp70.000 per karung atau setara Rp1.400 per kilogram.
Arif khawatir jika harga garam tidak segera ditetapkan oleh pemerintah, para tengkulak akan memanfaatkan situasi tersebut untuk meraup keuntungan yang besar. Sementara itu, petani hanya akan mendapatkan keuntungan yang sangat minim.
“Petani garam sudah bekerja keras selama berbulan-bulan untuk menghasilkan garam yang melimpah. Saya berharap pemerintah segera mengambil kebijakan untuk menetapkan HET garam,” kata Arif.
Salah satu petani garam di Kelurahan Bori Masunggu, Daeng Latif, mengatakan bahwa ia berharap hasil panen tahun ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, ia khawatir harga garam yang tidak stabil akan menghambatnya untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.
“Saya berharap harga garam bisa stabil sehingga saya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” kata Daeng Latif.
Pemerintah daerah Kabupaten Pangkep belum memberikan tanggapan terkait harapan para petani garam. (Jufri)

