GROBOGAN – Javanewsonline.co.id | Dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan keberlanjutan sumber daya alam, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tanggung, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, menggelar kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat di kawasan Hutan Alam Sekunder, Petak 195j, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mliwang, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (25/4/2025).

Penanaman yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh jajaran Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta warga Dusun Kaliceret, Desa Mrisi. Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi nangka, trembesi, sukun, dan jambu biji, dengan total luasan area mencapai 1,5 hektare.

Asisten Perhutani BKPH Tanggung, Wagiyono, menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat atas partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara Perhutani dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan.

“Melestarikan hutan membutuhkan kesadaran kolektif. Dengan kolaborasi lintas pihak—baik pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat desa hutan—kita dapat menjaga keberlangsungan ekosistem secara berkelanjutan,” ujar Wagiyono.

Ia juga menekankan bahwa manfaat dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang. “Hutan adalah sumber kehidupan. Menanam pohon hari ini adalah bentuk investasi lingkungan untuk masa depan yang lebih hijau dan sehat,” tambahnya.

Wagiyono berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin dan meluas ke wilayah lain, sekaligus menjadi pemicu kesadaran ekologis di kalangan masyarakat luas.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Gerakan Anti Narkotika dan Illicit (GANI), H. Muhtarom, S.Ag., yang hadir langsung di lokasi penanaman.

“Hutan adalah paru-paru dunia. Kelestariannya sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Apa yang dilakukan oleh BKPH Tanggung dan warga Dusun Kaliceret ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Muhtarom mengajak seluruh elemen masyarakat di Grobogan dan sekitarnya untuk turut berkontribusi dalam menjaga kawasan hutan. Ia juga mendorong agar kegiatan tanam pohon menjadi agenda tahunan yang melibatkan masyarakat secara luas.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi momentum edukatif bagi masyarakat untuk lebih mencintai dan menjaga hutan,” pungkas Muhtarom.

Dengan kegiatan ini, Perhutani BKPH Tanggung dan masyarakat tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan akan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang. (Banu Abilowo)