Keerom (Papua) – Javanewsonline.co.id | Ondoafi Yetti, Frans Putui angkat bicara terkait perekrutan CPNS di Kabupaten Keerom, Selasa (24/11). Frans Putui selaku Ondoafi Yetti, Distrik Arso timur mengatakan kepada media, bahwa perekrutan CPNS untuk Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom tidak boleh menggunakan sitem rekrut di jalan-jalan.
Karena menurutnya, pegawai kantor Distrik Arso Timur sementara waktu tidak ada, maka perekrutan harus mendapatkan rekomendasi dari Dewan Adat Arso Timur. “Khusus distrik Arso Timur, untuk perekrutan CPNS harus mendapat rekomendasi dari Dewan Adat Arso Timur, Karena ada yang mendaftar, tapi tidak diketahui oleh Pihak Adat,” Katanya.
Menurutnya, pada kantor Distrik Arso Timur sampai sekarang tidak ada satu pun pegawai yang menghuni dan aktifitas perkantoran tidak berjalan. “Saya merasa prihatin dan menyesalkan dengan apa yang terjadi, karena saya yang memberikan tanah untuk kantor Distrik Arso Timur. Jadi jangan sampai Kepala Distrik Arso Timur merekrut orang di jalan-jalan, karena kantor distrik sendiri tidak ada pegawainya dan kantor tidak buka,” ungkapnya.
Frans Putui menegaskan, dalam perekrutan CPNS harus melibatkan tokoh-tokoh adat, agar masyarakat OAP (Orang Asli Papua) Arso Timur bisa terakomodir dengan baik. Harus ada rekomendasi khusus dari lembaga masyarakat adat Arso Timur.
Frans Putui juga meminta Kepada Pjs Bupati Keerom, agar bisa menyikapi dengan serius permintaan dari lembaga masyarakat Adat Arso Timur, karena pada saat penerimaan CPNS pertama, masyarakat yang lolos CPNS 2018 hanya 1 orang saja. “Pjs Bupati jangan terima usulan dari pemerintah Distrik Arso Timur, karena selama ini di kantor distrik tidak ada petugas dan tidak berfungsi selama 2 tahun lebih,” pungkasnya. (Panji)

