Pangkep – Javanewsonline.co.id | Desa Kabba Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan masuk 20 besar sebagai Desa Wisata terbaik tahun 2020. Tim Juri Visitasi pendampingan desa wisata dari Kementerian Pariwisata berkunjung ke Desa Kabba pada 20 November 2020. Tim Juri diantaranya adalah Dr Santi Palupi Arianti S MM, Dr Vitria Ariani A PaR PGDiP MSC, beserta rombongan dari Provinsi Sulawesi Selatan.

Kedatangan mereka disambut dengan adat budaya pakaian baju bodo saat tiba di Kantor Desa Kabba, selanjutnya rombongan menuju lokasi objek wisata Lamperangan dan disambut oleh Tripika Kecamatan, Camat Minasatene, Koramil, Kapolsek, beserta beberapa perangkat desa masing-masing.
Kepala desa Muh Syukur SE, Ketua BPD Kabba Amir Jaya Sip dan Kepala dusun Ir Iqbal, beserta masyarakat Rt 5 Desa Kabba sebagai tuan rumah, menyambut kedatangan rombongan dari Kementerian Pariwisata dengan sambutan yang cukup meriah.
Mereka disiapkan kue tradisional khas Pangkep dan makanan sop saudara ikan bandeng andalan Kab Pangkep ditempat yang sudah disediakan disekitar lokasi. Tim juri selanjutnya meninjau lokasi untuk melihat langsung dan memberikan penilaian, untuk Desa Kabba sebagai desa wisata terbaik peringkat 20 dari 109 Desa Wisata diseluruh Indonesia.

Dimana untuk Sulawesi Selatan, hanya ada 2 Desa Wisata terbaik, yaitu di Kab Jeneponto dan di Kab Pangkep. Terpilihnya 2 desa tersebut sebagai Desa Wisata terbaik, bekerja sama dengan PKM UNIFA fajar Makassar, yakni salah satu perguruan tinggi yang ada di Sulawesi Selatan dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan desa beserta masyarakat yang telah merintis, mengadakan penelitian bersama, seminar dan cukup lama untuk menggagas wisata dipangkep, khusunya di Desa Kabba, melalui program Kementerian Pariwisata.
Lebih lanjut Kepala Desa Kabba Muh Syukur SE menyampaikan kepada awak media, saat menyambangi Kantor Desa Kabba beberapa hari lalu, bahwa Ia berharap semoga hasil kunjungan Tim juri dari Kementerian Pariwisata, Desa Wisata Kabba bisa masuk 10 besar di seluruh Indonesia.
Ia juga berharap kepada masyarakat Desa Kabba, agar dapat menjaga kelestarian lingkungan, dengan penerapan Sapta Pesona didalam kehidupan masyarakat, dengan memberikan edukasi kepariwisataan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan keberlanjutan kepariwisataan. “Seperti halnya memberikan pelayanan yang profesional kepada wisatawan, mengembangkan dan mempromosikan usaha masyarakat melalui kegiatan kepariwisataan, menjaga adat budaya dan nilai-nilai kearifan lokal melalui alat kegiatan kepariwisataan, meningkatkan hasil pertanian serta usaha kecil menengah. Icon baru Desa Kabba dimulai dengan hadirnya Desa Wisata Lamperangan di Desa Kabba,” pungkasnya. (Jufri)

