Ogan Ilir — Javanewsonline.co.id | Kondisi jembatan penghubung Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu (OKU), dan Kota Prabumulih kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Kerusakan pada struktur jembatan, yang sebelumnya diperparah insiden truk terperosok serta lalu lintas tronton ilegal, memicu kekhawatiran masyarakat akan keselamatan pengguna jalan.

Bupati Ogan Ilir turun langsung meninjau lokasi pada pekan ini. Langkah itu menandai keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan infrastruktur yang sudah lama dikeluhkan warga.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyatakan komitmennya untuk segera melakukan perbaikan. Meski aktivitas fisik belum tampak, proses persiapan teknis disebut sedang berjalan. “Kami memahami betul mendesaknya perbaikan jembatan ini. Persiapan tengah dilakukan, dan pekerjaan akan dimulai secepat mungkin. Selama proses perbaikan, akses jalan akan ditutup selama 21 hari,” ujar perwakilan Dinas PUPR Sumatera Selatan.

Selain perbaikan jembatan, pemerintah provinsi juga menegaskan bahwa pembangunan jalan dari Kecamatan Tanjung Batu hingga Rambang Kuang tetap masuk dalam prioritas tahun depan. Isu ini kembali mencuat setelah meningkatnya perhatian publik pascaviralnya kondisi jembatan.

Wakil Bupati Ogan Ilir, Ardani, meminta Dinas PUPR Provinsi konsisten dengan rencana perbaikan 21 hari tersebut. Ia juga mengingatkan perlunya percepatan perbaikan jalan provinsi dari Tanjung Batu hingga Tambang Rambang untuk mendukung konektivitas antarwilayah.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sumatera Selatan, Adrifan, memastikan pekerjaan akan segera dimulai setelah seluruh persiapan selesai. “Kami berkomitmen menyelesaikan perbaikan seefisien mungkin,” ujarnya.

Dari sisi masyarakat, Kepala Desa Tebedak 1, Zuhriyadi, menyampaikan harapan agar pemerintah segera menindaklanjuti rencana tersebut. “Keamanan dan kelancaran transportasi menjadi kebutuhan mendesak. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata,” katanya.

Masyarakat kini menunggu realisasi komitmen pemerintah daerah dan provinsi. Mereka berharap perhatian publik yang meluas dapat mempercepat proses perbaikan jembatan penghubung vital tersebut. Budi Rizkiyanto)