Jember – Javanewsonline.co.id |  Pemerintah Kabupaten Jember menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten bersama OPD terkait, PKK dan Camat se-Kabupaten Jember di Pendopo Wahya Wibawa Graha lantai 2, Rabu (22/09).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekira 800 orang, sebagai bentuk strategi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jember. Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, bahwa posisi angka stunting di Jember tertinggi nomer 2 se-Jawa Timur, dengan angka 37,58%.

“Pemerintah Jember akan melibatkan semua pihak, baik Kades, Camat dan Posyandu, untuk penurunan stunting, dikarenakan ini menjadi progam utama Pemerintah Kabupaten,” ucap Hendy.

Ia juga menjelaskan, penanganannya dimulai dari ibu hamil, khususnya yang perkembangannya tidak bagus dan akan dilakukan pendampingan. “Kita lakukan pendampingan yang usianya 6 bulan – 24 bulan, termasuk yang sudah stunting posisi usia 5 tahun keatas, akan kita lakukan treatment,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Jember juga menargetkan bahwa pada akhir tahun 2022 angka penurunan stunting AKI AKB di Kabupaten Jember harus diselesaikan. “Dan kami targetkan untuk kegiatan penurunan stunting AKI AKB akhir tahun 2022 harus betul-betul tertekan habis,” tegas Bupati Jember. (Badri)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.