Blitar – Javanewsonline.co.id | Sebagai langkah untuk menambah kreatifitas serta meningkatkan sumberdaya masyarakat, Desa Tuliskriyo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar mengadakan acara pembukaan secara resmi pelatihan olahan hasil pertanian bersama Disnakertrans dan BLK UPT Tulungagung Propinsi Jawa timur, bertempat di balai desa, tepatnya pada hari Senin(15/2/2022).

Pada gelaran acara tersebut, dihadiri dan disambut oleh Mashuriono selaku Kepala desa, Kasi Pelatihan dan Sertifikasi, Mathelda Lekantopessy mewakili Kepala UPT BLK Tulungagung, karena tidak bisa hadir, Sutoto PHP (Pengolahan hasil pertanian) dan staf, dan UPT BLK Tulungagung. Disamping para narasumber diatas dihadiri pula oleh peserta pelatihan.

Acara pembukaan diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Mashuriono selaku Kepala desa Tuliskriyo.  Ia menyampaikan agar para peserta tekun mengikuti dengan penuh semangat dan berharap kepada peserta agar selalu hadir dalam pelatihan tersebut.

Pelatihan akan dilakukan sampai 30 kali tatap muka, sehingga para peserta diharapkan mampu menyerap ilmu yang diajarkan oleh Pelatih dan bisa memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa demikian, Karena sebentar lagi akan ada lomba desa yang salah satu penilaiannya dari produk lokal desa.

Selain itu, jika masyarakat diharapkan sudah terampil dan mampu berwirausaha. Pihaknya akan memfasilitasi serta bekerjasama dengan Dinas KPTSP juga Disperindag, selaku pengesah legalitas usaha.

Selain itu, Desa Tuliskriyo juga sangat beruntung menjadi salah satu desa yang dijadikan pilot projek oleh Kemendes (Kementerian pedesaan) dan menjadi salah satu desa terbaik dari 31 desa yang terpilih. Selanjutnya, disampaikan bahwa didesa Tuliskriyo juga memiliki wisata religi, yaitu Makam Habib Ahmad Alwi Assegaf, di desa tersebut juga memiliki Produk Koi yang sudah mulai dikenal.

Mathelda lekontopessy selaku yang mewakili Kepala BLK juga memberikan sambutan, agar para peserta rajin mengikuti pelatihan, sehingga bisa mendapatkan ilmu yang maksimal. Selain itu, para peserta juga tetap mematuhi Prokes (Protokol Kesehatan), karena virus baru Omicron masih menghantui. Ia berharap, ilmu yang didapat bisa bermanfaat buat kehidupan masyarakat khususnya Desa Tuliskriyo. (Edi)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.