Sebuah kejadian yang tak biasa terjadi disebuah rumah yang terletak di lingkungan Palanga, Kelurahan TA, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Selasa (6/9). Kejadian tersebut yaitu peristiwa kebakaran lebih dari 10 kali dibeberapa titik, dengan cara berpindah pindah, baik di rumah maupun pada barang-barang yang ada didalam rumah maupun didalam lemari, serta barang yang letaknya di ruangan tamu.

Pemilik rumah Sahe Dg Tasannah merasa heran dan dihantui rasa takut, hingga barang-barang yang ada dirumahnya dikeluarkan semua. Murni yang merupakan menantu Dg Tasannah mengatakan, bahwa awal terjadinya kebakaran pada Senin siang (5/9).

Menurut Murni, bermula dari sebuah spanduk, lalu berpindah ke papan rumah serta tiangnya, saat itu ada tetangga yang melihat kemudian menyampaikan kepadanya, sehingga api dapat dipadamkan. Namun selang 2 jam, Murni yang masih didalam rumah mencium bau hangus, ternyata terjadi lagi kebakaran pada lemari pakaian, namun segera dipadamkan, tapi sebagian pakaian hangus terbakar.

Selanjutnya, terjadi lagi kebakaran di kamar belakang, menghanguskan satu buah lemari pakaian beserta isinya. Itupun masih sempat dipadamkan, karena Murni serta keluarganya masih didalam rumah. Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sempat mendatangi rumah tersebut dan memeriksanya menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan listrik.

Setelah kejadian tersebut, sekira pukul 5 sore, kebakaran terjadi lagi di kamar yang terdapat lemari plastik yang berisi pakaian, tapi dapat dipadamkan. Beberapa saat berlalu, setelah magrib sekira pukul 19 Wita, kejadian terulang kembali dengan terbakarnya ember dibelakang rumah.

Hingga pukul 00 Wita, lagi-lagi kejadian aneh terulang lagi dengan terbakarnya keset kaki yang masih basah di depan pintu kamar mandi. Tidak hanya itu, yang membuat penghuni rumah semakin ketakutan, trauma serta terus berzikir, pada Selasa 6 September 2022, sekira pukul 7 pagi, keranjang yang terletak di belakang ruma pun ikut terbakar.

Beberapa saat kemudian, sekira 10 menit berlalu, lagi-lagi api membakar tempat penyimpanan beras, lalu membakar gorden dan membakar pagar dekat sumur, lalu berpindah ke papan rumah, serta tiang rumah, beruntung api masih bisa dipadamkan.

Seolah tak ada habisnya, sekira pukul 2 siang, Spring bed yang terletak di ruang tamu bagian depan terbakar lagi, kain basah yang ada disitupun ikut terbakar. Hingga sore sekira pukul 5.30, barang-barang yang ada didalam rumah semua dikeluarkan dan penghuni rumah pun masih dilanda ketakutan.

Disaat yang sama, 2 orang Ustad didatangkan untuk membacakan doa dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, sebagai penangkal bala, ataupun istilah doti (bahasa bugis) adalah Sihir, untuk mengusir makhluk halus yang bersemayam dirumah tersebut, yang mengganggu penghuni rumah. “Mari kita doakan bersama, semoga kejadian ini tidak terjadi lagi, dan penghuni rumah diberikan keselamatan oleh Allah SWT, Aamiin,” ucap ustad. (Arb)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.