Pelalawan – Javanewsonline.co.id |  Pemerintah Kabupaten Pelalawan serius menyiapkan pondasi pembangunan jangka menengah melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029.

Forum strategis ini menjadi kunci dalam merumuskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan yang akan membawa Pelalawan menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

Musrenbang RPJMD merupakan tahapan krusial dalam siklus perencanaan pembangunan. Proses ini melibatkan berbagai tingkatan musyawarah, mulai dari desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional. Tujuannya tak lain adalah menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan program pembangunan pemerintah, memastikan setiap kebijakan berakar pada kebutuhan riil warga.

“Pelalawan Menawan” sebagai Visi Utama

Bupati Pelalawan H Zukri Misran dan Wakil Bupati Pelalawan H Husni Thamrin SH, mengusung visi besar “Kabupaten Pelalawan yang Maju, Ekonomi Mandiri, Nyaman dan Aman, Bermarwah, dan Berkelanjutan Tahun 2029” atau yang disingkat dengan tagline “Pelalawan Menawan”.

Visi ini menjadi kerangka pokok pikir perencanaan pembangunan daerah dalam upaya menyejahterakan masyarakat, melalui peningkatan pelayanan pada sektor Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, dan pariwisata, serta penguatan ekonomi di sektor pertanian, UMKM, dan industri.

Dalam paparannya, Bupati H Zukri Misran memaparkan capaian pembangunan yang menggembirakan. Laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Pelalawan menunjukkan tren positif: 2,24% pada 2020, 4,07% pada 2021, 4,39% pada 2022, dan 4,69% pada 2023. Meskipun terjadi sedikit perlambatan menjadi 4,36% pada 2024, optimisme untuk terus tumbuh tetap tinggi.

Isu-isu strategis pembangunan lima tahun ke depan mencakup pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, pemerataan pembangunan ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan daya saing SDM, pelestarian dan pengembangan budaya Melayu, penyediaan infrastruktur konektivitas antarwilayah serta sarana prasarana umum, dan tata kelola pemerintahan yang adaptif.

Lima Misi Strategis untuk Pelalawan Berkelanjutan

Untuk mencapai visi “Pelalawan Menawan”, RPJMD 2025-2029 menetapkan lima misi utama:

  1. SDM Maju: Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang maju dan unggul.
  2. Ekonomi Mandiri: Membangun kemandirian ekonomi daerah berbasis potensi sumber daya lokal.
  3. Masyarakat Aman, Nyaman, dan Berbudaya: Mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, nyaman, dan berbudaya.
  4. Pemerintahan Bermarwah: Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bermarwah.
  5. Pembangunan Berkelanjutan: Mewujudkan pembangunan infrastruktur wilayah dan lingkungan hidup yang baik dan berkelanjutan.

Bupati Zukri menegaskan bahwa keberhasilan pencapaian visi dan misi RPJMD ini sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi pentahelix: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. “Keberhasilan capaian prioritas pembangunan ini bergantung kepada capaian kerja pembangunan oleh masing-masing perangkat daerah pada tahun 2025-2030 nantinya,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga berkomitmen untuk terus mendorong Pemerintah Provinsi Riau dalam percepatan pembangunan infrastruktur vital, antara lain: percepatan peningkatan dan pembangunan Jalan Lintas Bono (Simpang Bunut-Teluk Meranti-Sebekek-Sokoi).

Selanjutnya, percepatan peningkatan pembangunan Jalan Simpang Peak, Kelurahan Pelalawan, Lintas Bono yang terkoneksi Jembatan Bakal Paebo sebagai akses alternatif penunjang pariwisata Istana Sayap Pelalawan, dukungan pengembangan wisata Bono Teluk Meranti, dan dukungan pengembangan sentra pertanian padi di Pulau Mendol.

“RPJMD adalah kunci arah pembangunan Pelalawan ke depan. Dalam proses penyusunannya, kita sangat membutuhkan masukan dan sinergi dari seluruh elemen, baik OPD, lembaga, tokoh masyarakat, akademisi maupun pelaku usaha,” ujar Bupati H Zukri.

Ia menambahkan, arah pembangunan daerah harus berpijak pada tujuan utama kepemimpinan, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tujuan dari sebuah kepemimpinan adalah menurunkan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan memberikan pelayanan publik yang optimal,” tegas mantan Pimpinan DPRD Riau ini.

Bupati Zukri memaparkan progres signifikan dalam penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pelalawan. “Alhamdulillah, jumlah keluarga miskin ekstrem telah berhasil ditekan dari 6.720 KK menjadi 2.056 KK. Kita optimistis akan menuntaskannya pada tahun 2025 ini,” ungkapnya.

Meskipun angka kemiskinan sempat mengalami kenaikan 3,4 persen dari 2023 ke 2024, pada 2025 ini kembali menunjukkan tren penurunan. “Target kita jelas, menurunkan kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” harapnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti pembentukan koperasi, pengembangan unit usaha, pelatihan keterampilan, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha kecil. “Pembangunan bukan hanya infrastruktur, tapi juga penguatan ekonomi rakyat dan pelayanan sosial. Karena itu, kita harus bekerja bersama dan fokus pada hasil nyata,” pungkas Bupati H Zukri. (Adv/Erizal)