PELALAWAN – Javanewsonline.co.id |  Wacana pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Provinsi Riau untuk merelokasi penduduk yang bermukim di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ke Kecamatan Kuala Kampar, khususnya Pulau Mendol, menuai penolakan tegas dari berbagai elemen masyarakat setempat.

Rencana yang sempat dilontarkan Bupati Pelalawan di beberapa media ini memicu reaksi keras. Salah seorang warga Kuala Kampar, Said Ihsan, dengan tegas menyatakan penolakannya. “Wacana pemerintah tersebut dengan tegas kami nyatakan ditolak,” ujarnya.

Said Ihsan menambahkan, pihaknya meminta Bupati Pelalawan untuk lebih bijak dalam menyikapi persoalan ini. Baginya, Kuala Kampar, khususnya Pulau Mendol, adalah “harga mati” yang tidak bisa diganggu gugat.

Penolakan serupa juga datang dari Ketua Ikatan Keluarga Penyalai (IKAPEN) Kastan. Ia menegaskan, pihaknya secara tegas menolak wacana atau opsi relokasi yang digulirkan oleh pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Provinsi Riau tersebut.

Kastan menjelaskan, selama ini masyarakat di Kecamatan Kuala Kampar, khususnya Pulau Mendol, masih menghadapi tantangan “3T” (Terjauh, Tertinggal, dan Terisolir) dan sangat kental dengan budaya Melayu.

Masyarakat Kuala Kampar, lanjut Kastan, justru menyambut baik program hilirisasi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, terutama di bidang ketahanan pangan. Program ini diharapkan dapat mengubah paradigma ekonomi kecamatan yang notabene daerah “3T” menjadi sejajar dengan kecamatan lain.

“Sampai detik ini masih banyak warga Kuala Kampar yang mengadu nasib di negeri jiran untuk mencari lapangan pekerjaan. Bak gayung bersambut dengan adanya program hilirisasi ini, kami berharap dapat meningkatkan stabilitas ekonomi Kecamatan Kuala Kampar yang akan dinikmati oleh masyarakat sampai ke anak cucu. Bukan sebaliknya, relokasi,” tegas Kastan.

Oleh karena itu, ia menyatakan penolakan keras terhadap wacana dan rencana relokasi tersebut. Kastan juga menyerukan agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keutuhan masyarakat, baik dari aspek ekonomi maupun budaya yang berkeadilan.

Senada dengan itu, seluruh tokoh masyarakat di Kecamatan Kuala Kampar menyatakan penolakan terhadap wacana Bupati Pelalawan terkait relokasi ke Pulau Mendol. “Pulau Mendol adalah tanah leluhur kami,” pungkas Ketua IKAPEN Pelalawan Kastan. (Erizal)