Kayuagung (OKI) – Javanewsonline.co.id | Tradisi Midang atau karnaval pakaian adat Kayuagung yang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat asli Kayuagung (Morge Siwe) Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diadakan pada saat Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya.
Kegiatan midang ini dilaksanakan selama dua hari, yakni hari ketiga dan keempat setelah Hari Raya Idul Fitri, diikutioleh sebelas kelurahan dalam kecamatan di Kayuagung. Namun sejak Pandemi Covid-19 menyerang Indonesia dua tahun lalu, tepatnya diawal tahun 2020 berdampak ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Pemerintah membatasi kegiatan masyarakat untuk menekan penyebaran kasus Covid-19. Hal inilah yang menyebabkan tradisi midang Kayuagung Morge Siwe selama dua tahun tidak diadakan.
Mengingat bulan puasa Ramadhan yang akan segera berakhir dan akan merayakan hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah, sebagian masyarakat Kayuagung menginginkan tradisi adat kayuagung seperti Midang Morge Siwe segera diadakan kembali pada hari ketiga dan keempat Idul Fitri mendatang.
Hal ini disampaikan salah satu masyarakat Kayuagung bernama Andi kepada wartawan, Rabu (27/04) dikediamannya di Kelurahan Jua-jua.
“Sudah dua tahun ini tradisi Midang Morge Siwe tidak lagi diadakan karena masa pandemi, kami masyarakat Asli Kayuagung meminta agar pemerintah mengadakan kembali tradisi atau warisan kebudayaan asli kayuagung yang sempat hilang,” ujarnya.
Harapan kami, lanjutnya, agar Pemerintah tidak melarang kegiatan tradisi adat kayuagung ini (Midang) ditahun ini, karena sebagian masyarakat sudah melakukan Vaksinasi Tahap 1 hingga Vaksinnasi Booster dan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKI Iwan Setiawam SKM MKes saat dikonfirmasi terkait kasus Covid-19 di Kabupaten OKI mengatakan, untuk satu minggu terakhir ini kasus covid tidak ada.
“Tidak ada kasus Covid-19 dalam satu minggu terakhir, namun sangat perlu waspada atas penyebaran kasus covid ini, karena di Sumatera Selatan angka kasus Covid-19 semakin bertambah,” jelasnya.
Kepada Masyarakat Kabupaten OKI, agar tetap melaksanakan prokes dengan ketat untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19 kembali muncul di Kabupaten OKI.
“Untuk itu kita harus bersama-sama dan berupaya mencegah penularan kasus covid-19 dengan menegakkan protokol kesehatan secara ketat dan melaksanakan vaksinasi booster,” imbuhnya. (irwan)

