Oleh: Adi Suparto

Di bawah kibaran bendera pataka dan gema lagu Indonesia Raya, Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Madas Nusantara Kabupaten Pamekasan resmi memulai babak baru pengabdiannya, Sabtu (11/7/2026). Lewat pembacaan Panca Pakta Integritas yang sakral, ormas persatuan masyarakat Madura ini menegaskan komitmennya untuk berdiri tegak sebagai mitra strategis TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Ruangan itu seketika hening saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang. Di bawah tatapan khidmat para tokoh masyarakat, TNI, Polri, dan jajaran pemerintah daerah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ormas Madas Nusantara Kabupaten Pamekasan melantik sebanyak 13 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK). Sabtu (11/7/2026) menjadi hari bersejarah bagi mereka, menandai awal dari sebuah komitmen baru untuk bumi gerbang salam.

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Mengantongi keabsahan hukum formal melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM RI Nomor AHU.0010216.AH.01.07.Tahun 2024, Madas Nusantara Pamekasan kini resmi memikul tanggung jawab besar: menjadi perekat sosial sekaligus mitra strategis pembangunan.

Keteguhan dalam Panca Pakta

Prosesi sakral itu berjalan begitu berwibawa. Dimulai dari pembacaan Surat Keputusan, suasana mencapai puncaknya saat Bendera Pataka Madas Nusantara diserahkan kepada kepengurusan baru. Kibaran bendera itu seolah menjadi simbol estafet perjuangan dan pengabdian yang siap dijalankan.

Di hadapan para saksi, bait-bait Panca Pakta Integritas diucapkan dengan lantang. Janji untuk memegang teguh kejujuran, amanah, dan tanggung jawab bukan hanya pemanis bibir, melainkan komitmen moral yang ditandatangani dalam berita acara pelantikan.

“Madas Nusantara hadir sebagai wadah persatuan masyarakat Madura. Semangat kami jelas, bergerak sesuai aturan hukum dan menjadi ‘Mitra TNI-Polri’,” ujar pimpinan organisasi di sela-sela acara.

Ia menegaskan bahwa ormas ini ingin menjadi jembatan yang kokoh menyalurkan aspirasi masyarakat secara damai dan konstruktif kepada pemerintah, sembari aktif menjaga keamanan dan kerukunan antarwarga.

Kolaborasi Demi Bumi Pamekasan

Kehadiran para tokoh penting dalam acara ini menjadi bukti bahwa sinergi adalah kunci. Mulai dari Ketua DPD Madas Nusantara Pamekasan Abdus Samad, Ketua DPW Madas Nusantara Jawa Timur H. Romlan, SH, hingga perwakilan dari unsur pimpinan daerah, semuanya membawa harapan yang sama.

Pihak kepolisian, yang diwakili oleh Kapolsek Kota, menitipkan harapan besar agar Madas Nusantara bisa menjadi motor penggerak kesadaran hukum di tengah masyarakat. Harapannya, ketertiban bukan lagi menjadi paksaan, melainkan kesadaran kolektif yang tumbuh dari bawah.

Apresiasi serupa datang dari pihak eksekutif. Mewakili Bupati Pamekasan, Camat Pamekasan Kota menyambut hangat kepengurusan baru ini. Pemerintah daerah berharap Madas Nusantara tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor aktif yang ikut berkolaborasi membangun daerah tanpa kehilangan jati diri.

“Jadilah mitra strategis pemerintah. Berkontribusilah secara nyata dan jagalah kearifan lokal Madura sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan,” pesan Bupati melalui perwakilannya.

Saat doa penutup dipanjatkan, ada rasa optimisme yang membumbung di dalam ruangan. Acara yang kemudian dicairkan dengan ramah tamah dan hiburan bersama ini menjadi titik start bagi Madas Nusantara Pamekasan. Di tanah Madura yang sarat dengan nilai religius dan budaya penghormatan, sebuah simfoni kolaborasi antara ormas, ulama, umara (pemerintah), dan aparat keamanan baru saja dimulai.