Blitar — Javanewsonline.co.id | Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar, Nugroho Bayu Laksono, menerima audiensi para Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Selasa (9/6). Kunjungan para taruna yang didampingi oleh jajaran Polres Blitar ini dilaksanakan atas penugasan langsung dari Ketua DPRD Kabupaten Blitar sebagai bentuk dukungan terhadap program pembelajaran lapangan.

Dalam pertemuan tersebut, Nugroho memaparkan berbagai peta sosiologis dan kondisi terkini Kabupaten Blitar. Fokus pembahasan utamanya meliputi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), dinamika sosial kemasyarakatan, hingga perkembangan pembangunan daerah. Paparan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah dan wawasan para taruna dalam memahami karakteristik wilayah serta kondisi riil masyarakat di tingkat lokal.

Membangun Sinergi Sejak Dini

Nugroho Bayu Laksono menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi antara lembaga legislatif, aparat penegak hukum, dan lembaga pendidikan kepolisian merupakan pilar penting. Langkah ini diperlukan untuk membangun pemahaman yang komprehensif terhadap pengelolaan suatu daerah.

“Melalui audiensi ini, kami berharap para Taruna Akpol dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi Kabupaten Blitar, khususnya terkait situasi Kamtibmas dan berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat. Pemahaman tersebut tentunya akan menjadi bekal yang bermanfaat dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri di masa mendatang,” ujar Nugroho Bayu Laksono.

Diskusi Interaktif Isu Aktual

Pertemuan yang berlangsung di gedung parlemen daerah tersebut berjalan dengan suasana hangat dan interaktif. Jajaran Komisi I dan para Taruna Akpol terlibat aktif dalam sesi diskusi serta tanya jawab mengenai berbagai isu aktual yang tengah berkembang di Kabupaten Blitar.

Melalui forum bertukar informasi ini, DPRD Kabupaten Blitar dan institusi kepolisian berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi. Langkah ini dipandang strategis demi mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Bumi Penataran. (Ida)