Takalar – Javanewsonline.co.id | Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BAJIKI Kajian Pendidikan dan Kesehatan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar untuk memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Takalar untuk melakukan hearing. Hal ini terkait dugaan carut marut pendataan sekolah rusak di kabupaten tersebut.
Direktur Umum LSM BAJIKI, Ir Sukwan Kuddus MP mengatakan bahwa masih banyak sekolah yang rusak parah namun tidak tersentuh perbaikan atau rehabilitasi. Padahal, setiap tahun kepala sekolah memasukkan data dapodik dan proposal ke Disdik.
“Aneh kok bisa masih ada sekolah rusak parah padahal setiap tahunnya ada program dan perencanaan rehabilitasi sekolah, namun ada sekolah terabaikan,” ujar Kuddus, Selasa (19/9)
Kuddus menduga ada permainan dan main mata dalam pendataan sekolah rusak di Disdik Takalar. Ia mencontohkan Sekolah Dasar (SD) Kecil No 36 Labbotallua Kecamatan Tanakeke yang sudah rusak parah namun terabaikan.
“Kami menduga ada yang sengaja mengatur atur pengadaan rehabilitasi sekolah di Disdik Takalar yang seharusnya sekolah itu belum layak direhabilitasi namun mendapatkan, tapi ada sekolah yang sudah rusak parah tidak diperhatikan,” kata Sukwan Kuddus.
Ia meminta kepada Ketua DPRD Takalar untuk memanggil Kadisdik Takalar untuk menjelaskan terkait dugaan carut marut pendataan sekolah rusak di kabupaten tersebut.
“Kami meminta kepada Ketua DPRD Takalar untuk memanggil Kadisdik Takalar untuk hearing dengar pendapat terkait carut marutnya pendataan sekolah yang rusak parah di kabupaten Takalar,” pungkasnya.
Dugaan carut marut pendataan sekolah rusak di Kabupaten Takalar menjadi sorotan publik. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada masalah dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah tersebut.
Panggilan hearing yang dilakukan oleh DPRD Takalar diharapkan dapat mengungkap kebenaran dari dugaan tersebut. Jika terbukti ada permainan dan main mata, maka hal ini harus ditindak tegas agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Selain itu, pemerintah daerah juga harus meningkatkan pengawasan terhadap pendataan sekolah rusak. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan rehabilitasi benar-benar mendapatkannya. (Muhammad Rusli)

