Magetan – Javanewsonline.co.id | Jumat, 8 Maret 2024 Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelaksanaan Program PKK dan Pembinaan Terpadu, Pemerintah Kabupaten Magetan menyelenggarakan lomba di Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan, dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerakan (HKG) PKK.
Acara ini dihadiri oleh ketua penggerak PKK Kabupaten Magetan, Listiani, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan dedikasi kelompok PKK Desa Ringinagung.
Dalam sambutannya, Sundarsi, Ketua PKK Desa Ringinagung, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran ketua penggerak PKK Kabupaten Magetan dan tim penilai. Ia juga menekankan pentingnya Gerakan PKK dalam mewujudkan keluarga berkualitas dalam berbagai aspek kehidupan.
“Melalui Gerakan PKK, kami berusaha memotivasi keluarga-keluarga di desa untuk menuju perubahan kehidupan yang lebih baik. Program PKK memiliki 10 poin utama yang mampu memotivasi perubahan positif di lingkungan desa kami,” ungkap Sundarsi.
Listiani, Wakil Ketua 1 PKK Kabupaten Magetan, sangat mengapresiasi inovasi dan edukasi yang dilakukan oleh TP PKK Desa Ringinagung. Ia menyatakan kebanggaannya melihat kader PKK yang telah berhasil melaksanakan 10 Program Pokok PKK dengan capaian yang lebih berdaya dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya sangat senang melihat produk UMKM dan pembinaan yang sudah tertata dengan baik. Pemanfaatan lahan perkarangannya, pelayanan kesehatan, dan kegiatan lainnya sangat luar biasa,” ujar Listiani.
Selain perlombaan, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial, termasuk pembagian paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Tim penilai Kabupaten juga melakukan sesi dialog dengan ketua pokja-pokja Desa Ringinagung untuk mengevaluasi pelaksanaan program.
Triana, Kepala Desa Ringinagung, mengapresiasi tinggi kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan HKG PKK melibatkan berbagai pokja, termasuk kesehatan, lingkungan hidup, seni, pemudaan, keagamaan, dan UMKM.
“Harapannya, semoga kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan, karena kami sadar bahwa proses pembelajaran belum sempurna. Kami berkomitmen untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas hidup di desa ini,” tutup Triana. (Ren)

