Jayapura – Javanewsonline.co.id | Bupati Kabupaten Jayapura dalam sambutannya saat melantik 18 Kepala Kampung dihalaman Kantor Bupati menegaskan, harus ada transparansi dalam penggunaan dana Kampung, jika terbukti menyalahgunakan akan langsung dipecat, Jum’at (19/3/2021)
Pagi

Mathius Awoitauw SE M.Si selaku Bupati Kabupaten Jayapura mengatakan, seharusnya pelantikan dilakukan di Kampung masing-masing, agar dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat. Sehingga masyarakat dapat mendengarkan sumpah dan janji yang diucapkan secara langsung.
Tapi karena situasi Covid dan lain-lain, serta banyaknya agenda kita, maka dilaksanakan secara bersama-sama di tempat ini dan di lapangan terbuka. “Jadi sampaikan permohonan maaf dari Pemerintah daerah kepada masyarakat dan Keluarga, kita laksanakan ini dengan situasi yang kita hadapi saat ini,” ujar Bupati Jayapura.
Adapun 18 Kepala Kampung yang dilantik antara lain, dari Kampung Puay dan Nolokla Distrik Sentani Timur, Kampung Hanggaiy Hamong Distrik Namblong, Kampung Doyo Baru Distrik Waibu, Kampung Dormena Distrik Depappre, Kampung Nandaizi dan Beneik Distrik Unurum Guay, Kampung Ibub dan Braso Distrik Kemtuk Gresik, Kampung Maribu dan Sabron Sari Distrik Sentani Barat, Kampung Aib, Sekori, Benggwin Progo, Sama, Manda Yawan dan Kampung Skoaim Distrik Kemtuk.
Bupati Jayapura menegaskan dan berharap, sumpah dan janji yang telah diucapkan harus diingat baik-baik, karena akan banyak hal yang akan dihadapi dalam menjalankan tugas yang telah diberikan. “Ada keinginan dari diri sendiri dan juga harapan-harapan dari masyarakat yang memilih bapak dan ibu sekalian, itu juga harus dipenuhi. Jadi dalam situasi apapun, dua hal ini akan selalu ada,” kata Mathius.
Ia juga mengatakan bahwa harus mengingat sumpah dan janji yang telah diucapkan, agar menjadi kekuatan dalam memilih mana yang bisa dijalani dan mana yang tidak boleh.
Bupati Jayapura mengatakan, program pertama yang harus dijalankan di setiap kampung adalah memasang baliho di tempat terbuka, untuk menampilkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung yang telah disepakati, agar masyarakat dapat melihatnya.
“Waktu mau belanja harus duduk sama-sama, bicarakan apa yang mau dibelanjakan. Jangan pegang uang ditangan, setelah diputuskan dan disepakati sesuai perencanaan, baru uang tersebut diambil di Bank, setelah kembali kita kumpul lagi. Semua harus terbuka, lalu laporan jalan dan kita usahakan tidak ada yang tersembunyi,” ujarnya.
Mathius menegaskan, dana kampung itu bukan dana untuk Kepala kampung dan aparat kampung, tetapi dana untuk masyarakat. Jika ada Kepala kampung yang terbuti menyalahgunakan dana kampung akan langsung dipecat.
Selain itu, Bupati juga mengharapkan Kepala Kampung agar terus mensosialisasikan tentang protokol kesehatan Covid-19, dan mendukung vaksinasi Covid-19, serta penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke XX tahun 2021 di Papua.
Diakhir sambutannya, Mathius Awoitauw SE M.Si menyampaikan kepada Kepala-kepala Distrik, yang sudah mensukseskan proses pemilihan Kepala kampung agar menyaksikan pelantikannya. “Saya ucapkan terima kasih kepada Biro Hukum, Asisten I dan semua masyarakat yang telah berpartisipasi mensukseskan pemilihan Kepala kampung,” ucapnya. (Takim)

