Muara enim – Javanewsonline.co.id |
Puluhan kontraktor yang tergabung didalam organisasi kontraktor Askonas, Gapensi, dan Gapeksindo Muara Enim datangi kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Muara Enim, Selasa (27/6).

Selaku Ketua Gapensi, Imam Mahmudi mengaku, bahwa tujuan kedatangannya bersama para kontraktor tidak lain untuk menyampaikan keluh kesahnya bersama para kontraktor lokal, yang dinilai seolah-olah tidak diprioritaskan oleh panitia pelaksana lelang ULP Kabupaten Muara Enim.
“Tadi kami sudah melakukan mediasi dengan PLT Kabag ULP. Alhamdulillah kedatangan kami disambut baik oleh beliau,” kata Imam, saat di kantor ULP
Kabupaten Muara Enim.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak panitia ULP. Ia meminta kepada para panitia pelaksana agar keputusan lelang tahap pertama ini dijadikan bahan evaluasi untuk lelang tahap selanjutnya.
Menurutnya, untuk persoalan ini, ia menyarankan agar kedua belah pihak duduk bersama, mendiskusikan permasalahannya, untuk mencari solusi, agar dapat bekerja sama, menjaga dan menciptakan situasi yang kondusif.
“Kalau tidak mau duduk bersama, ya jangan salahkan kawan-kawan nantinya. Karena ini menyangkut urusan perut dan periuk orang Muara Enim. Kalau bicara urusan orang perorangan bagaimana dengan kawan-kawan yang tangannya tidak sampai.
Apakah mereka kita biarkan mati lapar? Kan begitu. Kita tunggu solusi dari Pemerintah Kabupaten dalam menyikapi persoalan ini,” cetusnya.
Selain itu, disampaikan juga oleh Zulfikar Safeska Ronapati MT, bahwa dirinya bersama para kontraktor lokal sudah menyampaikan keberpihakannya kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim, dalam mendukung jalannya percepatan program pembangunan.
“Kami selaku pimpinan asosiasi, berharap kepada kawan-kawan kontraktor, untuk tetap solid dalam memperjuangkan harapannya. Karena kita mesti giring lagi ke Asisten II, Sekda dan PLT Bupati,” ungkapnya.
Ia berharap kepada kawan-kawan untuk tetap solid satu suara, khususnya kawan-kawan kontraktor, dibantu kawan-kawan ormas dan LSM.
“Prinsipnya Satu, kalau makan di Muara Enim matipun di Muara Enim.
Untuk kawan-kawan kontraktor jangan pernah jadi penghianat di Muara Enim ini, dan jangan makan sendiri itu kuncinya,” tutur Feska.
Dirinya menyayangkan sikap pihak-pihak yang selama ini menuduh, bahwa pihak asosiasi seakan-akan menjadi biang kerok. Seperti halnya yang dilakukan asosiasi hari ini di kantor ULP Kabupaten Muara Enim.
Menurut Zulfikar kedatangannya bersama para kontraktor hari ini bukan berdemonstrasi, akan tetapi melakukan koordinasi dan diskusi.
“Kita melakukan koordinasi dan diskusi dengan pihak ULP Kabupaten Muara Enim, tujuannya untuk mencari solusi yang terbaik. Bukan melakukan aksi demonstrasi,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Budi selaku PLT Kabag ULP Kabupaten Muara Enim mengatakan kepada para kontraktor, bahwa dirinya akan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan para kontraktor lokal tersebut ke para Pemangku kebijakan Pemkab Muara Enim.
“Tadi kami sudah berdiskusi. Ada beberapa item yang sudah disampaikan oleh Mas Imam dan saudara Feska. Nanti permasalahan dan keluhan atau keingan Mas Imam dan kawan-kawan itu akan kami sampaikan ke Pimpinan. Karena secara institusi saya bukan pengambil kebijakan,” ucapnya.
Hal ini, lanjutnya, akan di diskusikan dulu dengan Asisten II atau Sekda, nanti arahnya kemana akan diberitahukan ke mas imam. (Wis)
