SERANG – Javanewsonline.co.id | Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, meninjau langsung lokasi rumah roboh milik warga di Kampung Kilasah, Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Sabtu (10/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang perumahan dan kawasan permukiman (Perkim) yang menjadi tanggung jawab Posyandu dalam merespons cepat laporan warga.

Didampingi Wakil Ketua Posyandu Kota Serang, Annisa Rachmawati Agis, Tinawati menyatakan keprihatinan atas musibah yang dialami keluarga Nasrudin dan Sanariah, serta menekankan pentingnya keberadaan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan sosial dasar.

“Ini bukti bahwa Posyandu tidak hanya mengurus soal kesehatan ibu dan anak, tapi juga harus siap dalam kondisi darurat seperti bencana atau rumah tidak layak huni. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mempercepat bantuan dan penanganan,” ujar Tinawati.

Menurut Tinawati, pemenuhan enam SPM bukan semata tanggung jawab administratif, melainkan panggilan kemanusiaan untuk memastikan kesejahteraan masyarakat. Hal itu meliputi layanan kesehatan, pendidikan, sosial, hingga respons terhadap musibah yang mengancam ketahanan keluarga.

“Posyandu harus menjadi ujung tombak yang hadir ketika masyarakat membutuhkan. Apa yang kami lakukan hari ini adalah bagian dari upaya itu,” tambahnya.

Rumah yang roboh tersebut diketahui milik pasangan Nasrudin dan Sanariah. Nasrudin sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan, tinggal bersama istrinya dan dua anak mereka. Peristiwa terjadi sekitar pukul 12 malam saat hujan deras mengguyur kawasan Kasemen. Dinding ruang tengah dan plafon rumah roboh tepat saat keluarga sedang tertidur.

“Kami lagi tidur. Hujan deras banget, tiba-tiba tembok tengah ambruk. Anak saya yang pertama kena puing, bahunya memar, tangannya luka,” tutur Sanariah dengan suara pelan.

Rumah yang mereka tempati merupakan milik pribadi, namun kondisinya sudah lama tak layak huni. Menurut aparat kelurahan, rumah tersebut telah masuk dalam daftar rencana renovasi, namun belum sempat ditindaklanjuti karena keterbatasan anggaran.

“Semoga rumah kami bisa cepat dibangun kembali. Anak-anak bisa istirahat dengan aman. Sekarang kami tidur di rumah tetangga,” ucap Sanariah dengan harap.

Kunjungan Ketua TP Posyandu ini disambut positif oleh warga sekitar. Selain memberikan perhatian langsung, pihak Posyandu juga mulai menghimpun data kebutuhan mendesak keluarga korban, seperti tempat tinggal sementara dan kebutuhan pokok harian.

Pemerintah setempat berjanji akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mengupayakan bantuan melalui jalur sosial dan kebencanaan. (Adpim / red)