Lamongan – Javanewsonline.co.id | Kepala Sekolah SMPN 1 Modo Karnadi SPd MPd, saat ditemui diruangannya, Selasa (19/8) mengatakan, dua hari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada SMPN 1 Modo, Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan, sekolahnya siap mendukung pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
Sementara, kurikulum lama pada lembaga tersebut masih diterapkan pada siswa maupun siswi untuk kelas 9, akan tetapi pembelajarannya hampir sama dengan kurikulum baru. “Tahun ini SMPN 1 Modo komitmen mendukung pelaksanaan IKM dari Kemendikbud atas arahan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan,” Kata Karnadi.
Menurutnya, dalam mendukung pelaksanaan IKM, yang didalamnya ada projek, penguatan, profil, pelajar, Pancasila (P 5), akan diajarkan kepada anak didik, dalam pelaksanaan kurikulum baru tersebut.
“Di situ diantaranya yang perlu ditekankan tentang 6 dimensi profil Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kebhinekaan/budaya, mandiri, gotong royong, bernalar kritis dan kreatif. Di situ juga anak-anak akan kita ajar tentang projek pancasila,” ucapnya.
Berdasarkan perubahan kurikulum lama ke kurikulum merdeka IKM ini, ia mengungkap hal tersebut sudah di analis dan lembaga nya sudah terbiasa dengan pembelajaran model interasi maupun literasi. Karena menurutnya, SMPN 1 Modo juga dalam Asisten Nasional (AN) memiliki predikat di atas rata-rata provinsi.
“Itu sudah kita analisa, jadi anak didik kita juga sudah terbiasa dalam pembelajaran interasi dan literasi. SMP kita ini juga di AN nya memiliki predikat diatas rata-rata provinsi, juga sebagai peserta Program Internasional Off Student Asesmant (PISA),” ujarnya.
Karnadi menjelaskan, IKM ini akan diterapkan pada anak didik kelas 7 di kurikulum merdeka. Untuk kelas 8 dan 9 tetap digunakan kurikulum lama, akan tetapi sistemnya sudah terbiasa dengan hal itu, jadi sudah baru. Pembelajarannya menurut Karnadi hampir sama dengan kurikulum baru.
Lebih lanjut, Karnadi juga memberikan informasi tambahan, demi pengetahuan siswa baru dalam pelaksanaan MPLS sampai seterusnya, yaitu semua warga sekolah harus mengenali tata cara masuk pintu maupun parker, untuk guru dan bagi siswa, terutama kelas 8 dan 9 harus bisa memberi contoh dari apa yang disampaikannya.
“Disitu cara masuk maupun parkir merupakan salah satu projek dalam mengajarkan tentang kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, perjalanan unsur iman untuk bertakwa juga berahlak mulia. Meskipun tempat parkir belum selesai pengerjaanya,” tuturnya. (Dvk)

