KEDIRI – Javanewsonline.co.id | Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa mencapai 79,4 persen pada 100 hari pertama masa jabatan mereka. Capaian ini menunjukkan apresiasi tinggi masyarakat terhadap berbagai program prioritas yang mulai dijalankan pemerintah kabupaten.
Hasil tersebut merupakan temuan survei The Republic Institute (TRI) yang dilakukan pada 15–22 Mei 2025. Survei melibatkan 2.200 responden di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah stratified random sampling dengan tingkat kesalahan (margin of error) sekitar 2,1 persen.
Secara regional, pasangan Mas Dhito–Mbak Dewi menempati posisi keempat dalam kategori pembangunan desa dan penanggulangan kemiskinan. Capaian itu dianggap sebagai indikasi positif bahwa kepemimpinan keduanya mulai menunjukkan dampak dalam waktu relatif singkat.
“Kebijakan-kebijakan mereka dinilai pro-rakyat kecil dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan,” demikian pernyataan tertulis dari TRI, Jumat (30/5/2025).
Komitmen Atasi Kemiskinan Ekstrem
Menanggapi hasil survei tersebut, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyatakan bahwa fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah pengentasan kemiskinan ekstrem. Hal itu sejalan dengan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
“Bapak Bupati secara konsisten menyuarakan komitmen untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kediri. Targetnya, tidak ada lagi warga yang tergolong miskin ekstrem pada tahun 2028 atau 2029,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian penurunan angka kemiskinan dalam lima tahun terakhir turut menjadi pijakan dalam merancang program lanjutan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat kemiskinan Kabupaten Kediri turun dari 11,40 persen pada 2020 menjadi 9,95 persen pada akhir 2024.
Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk melanjutkan sejumlah program prioritas, terutama yang menyentuh masyarakat desa dan kelompok rentan. Program-program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Semua itu sesuai dengan visi dan misi kami dalam membangun Kabupaten Kediri yang lebih inklusif dan berdaya saing,” ujar Dewi. (Joko)

