Takalar – Javanewsonline. co. Id | Kisruh pembayaran material sirtu pekerjaan jalan tani yang menggunakan Dana Desa (DD) di Desa Barang Mamase, Kecamatan Galesong Selatan, makin memanas. Dana yang semestinya dibayarkan kepada sopir truk justru lenyap tanpa kejelasan. Kepala desa, perantara, hingga sopir saling bersuara, namun jawabannya kian membingungkan.

Kepala Desa Barang Mamase sebelumnya mengaku dana sirtu sudah diserahkan melalui Daeng Napa (Kamaluddin Lantara). Namun faktanya, pengakuan Daeng Napa justru memunculkan tanda tanya baru.
Daeng Napa mengakui telah mengambil dana tersebut, namun menegaskan bahwa tanggung jawab pembayaran tetap berada pada kepala desa. “Iya, saya ambil dana itu. Tapi soal bayar sirtu tetap Pak Desa yang tanggung,” ujar Daeng Napa, Senin (17/11/2025).
Sementara itu, sopir truk pengangkut material, Daeng Sutte, mengaku hingga kini belum menerima pembayaran dana sirtu. “Belum dibayar, Pak. Pak Desa bilang nanti kalau kandang ayamnya laku baru dibayar dan kesabaran itu ada batasnya,” ungkapnya kesal.
Kepala Desa Barang Mamase, Usman Daeng Ngunjung, juga mengakui ditelepon oleh Daeng Napa untuk membantu melunasi pembayaran. “Betul, Daeng Napa minta tolong saya selesaikan dulu dana sirtu itu. Insyaallah saya bayar kalau kandang ayam saya laku,” ujarnya.
Pernyataan-pernyataan ini menimbulkan dua pertanyaan besar: Ke mana sebenarnya dana yang diambil Daeng Napa? Dan mengapa kewajiban pembayaran justru berakhir tanpa kejelasan hingga merugikan sopir Masyarakat mulai mempertanyakan tata kelola dana pembangunan desa yang dianggap tidak transparan. Pemerintah kecamatan dan Inspektorat Takalar didesak turun tangan untuk menelusuri aliran dana dan memastikan pertanggungjawaban para pihak. (Muhammad Rusli)

