Gowa (Sulsel) – Javanewsonline.co.id | Banyaknya muda-mudi yang mengunjungi jembatan jodoh, yang terletak di Desa Salahjangki Kabupaten Gowa, menimbulkan mitos bagi masyarakat. Masyarakat percaya, apabila ingin mencari jodoh maka datanglah ke jembatan tersebut.

Menurut tokoh masyarakat setempat, dinamakan jembatan jodoh, karena banyak muda-mudi yang mengunjungi jembatan tersebut dan saling bikin janji disitu, akhirnya menyatu menjadi sebuah keluarga.

Jembatan Jodoh merupakan Jembatan yang terbaik di Desa Salajanki Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa. Bukan tanpa alasan, nama jembatan tersebut melekat, karena banyak muda-mudi yang ketemu jodoh di jembatan tersebut.

Jembatan yang sudah puluhan tahun dibangun dan sudah 3 kali di renovasi itu menjadi mitos bagi masyarakat sekitar, apabila ingin menemukan jodoh, maka datanglah ke jembatan tersebut.

Tak hanya namanya yang menjadi perbincangan bagi khalayak masyarakat setempat. Namun jembatan ini juga cukup dikenal sampai diluar kampung, hingga para muda-mudi terpesona dan terpikat, menikmati suasana pagi hingga menjelang senja, seperti yang terlihat pada Minggu (6/3).

Tokoh masyarakat setempat, Sakka dg Onpo mengakui, bahwa jembatan jodoh sering dijadikan tempat untuk bertemu para muda-mudi. Ia juga mengatakan, bahwa jembatan tersebut dibangun oleh Almahrum Baso dg Sutte pada tahun 1950.

Hingga saat ini, jembatan tersebut masih ramai dan masih sering dikunjungi oleh para muda-mudi, apalagi pada saat bulan suci Ramadhan, sejak pagi hingga menjelang buka puasa, jembatan ini sangat ramai dipenuhi masyarakat, khususnya para muda-mudi. (Syarifuddin) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.