Memadukan keagungan tradisi Pesisir Utara dengan geliat pemberdayaan ekonomi warga, Festival Kebudayaan Pesisir Utara Sumenep 2026 resmi digelar di kawasan Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sabtu (22/8/2026). Perhelatan yang menghadirkan parade Kirab Budaya, pementasan sakral Topeng Dhalang, ritual Petik Laut, hingga Expo UMKM ini hadir sebagai ikhtiar nyata dalam melestarikan warisan leluhur Madura sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir.

Sumenep –  Javanewsonline.co.id | Deru ombak Pesisir Utara Madura di kawasan Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Sabtu (22/8/2026), terasa berbeda dari biasanya. Langkah-langkah kaki masyarakat dan wisatawan menyatu dalam derap semangat perayaan kekayaan tradisi lokal melalui Festival Kebudayaan Pesisir Utara Sumenep 2026.

Bukan sekadar ajang seremonial maupun panggung hiburan, festival ini hadir sebagai simfoni yang memadukan nilai pelestarian budaya, kearifan lokal, serta aksi nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Sinergi Tradisi dan Ekonomi Kreatif

Sejak pagi pukul 08.00 WIB, denyut geliat ekonomi masyarakat mulai terasa melalui pelaksanaan Expo UMKM di kawasan Pantai Slopeng. Puluhan gerai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lokal memamerkan ragam produk unggulan mulai dari kuliner khas pesisir, kerajinan tangan bermotif lokal, hingga olahan laut bernilai tambah.

Memasuki siang hari pukul 12.30 WIB, keceriaan berganti menjadi keagungan budaya lewat Kirab Budaya Pesisir Utara. Mengambil titik awal dari Tugu Pansampanan menuju Pantai Slopeng, kirab ini menyuguhkan warna-warni kostum tradisional, busana adat, serta ekspresi seni masyarakat pesisir yang sarat akan makna sejarah dan kebersamaan.

Tidak berhenti di situ, puncak suasana khidmat dan meriah berlangsung pada malam hari melalui Malam Puncak Petik Laut yang dirangkai dengan pementasan magis Topeng Dhalang serta pertunjukan Tari Tradisional (19.00–23.30 WIB). Tradisi Petik Laut sebagai wujud syukur masyarakat atas rezeki bahari berpadu harmonis dengan seni pertunjukan klasik Madura, memikat ratusan pasang mata yang hadir.

Menjaga Warisan Leluhur, Mendorong Kesejahteraan

Ketua Pelaksana Festival Kebudayaan Pesisir Utara Sumenep 2026, Efendi Pradana, S.Psi, menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini memiliki pijakan misi yang kuat: mengangkat harkat tradisi lokal sembari membuka kran rezeki bagi warga sekitar.

“Tujuan kegiatan ini tidak lain adalah bagaimana kita mengangkat kearifan lokal yang ada di pesisir utara Sumenep sekaligus mendongkrak perputaran ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, kami menghadirkan Expo UMKM sebagai bagian penting dari rangkaian kegiatan,” ujar Efendi.

Menurut Efendi, kearifan lokal dan potensi ekonomi di kawasan pesisir bagaikan dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Ketika tradisi dikemas dalam perhelatan kebudayaan yang tertata rapi dan menarik, maka ruang tersebut otomatis bertransformasi menjadi magnet pariwisata yang menggerakkan sektor riil.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati pertunjukan, tetapi juga berbelanja produk UMKM, menikmati kuliner lokal, dan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Nawacita Kebudayaan untuk Masa Depan Pesisir

Selain menggerakkan transaksi ekonomi, perhelatan ini menjadi panggung regenerasi seni. Kehadiran pementasan Topeng Dhalang dan seni tari tradisional memberikan ruang ekspresi bagi para seniman lokal untuk mewariskan nilai-nilai Luhur Madura kepada generasi muda di tengah arus modernisasi.

Melalui perpaduan harmonis antara kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, Festival Kebudayaan Pesisir Utara Sumenep 2026 diharapkan tidak berakhir sebagai kegiatan sesaat. Festival ini diproyeksikan menjadi fondasi berkelanjutan untuk memajukan potensi kawasan pesisir utara Kabupaten Sumenep menjadikan tradisi sebagai penghela kesejahteraan masyarakat. (Adv)

  • Festival Kebudayaan Pesisir Utara Sumenep 2026: Mengangkat Kearifan Lokal, Melestarikan Budaya, dan Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Pesisir.