Pelalawan – Javanewsonline.co.id | Sejumlah video berdurasi 52 detik beredar luas di masyarakat, memperlihatkan kejadian sebuah bus angkutan anak sekolah terbalik di Divisi 2 PT Adei Plantation, Riau.

Dalam video tersebut terdengar suara masyarakat menyuarakan keprihatinan atas kondisi bus kontrak yang disebut tidak layak namun tetap dioperasikan.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan publik, khususnya Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan (GP3). Joe Kampe, anggota GP3, dalam konfirmasinya kepada media pada Selasa (26/3), menyatakan, “Sehubungan dengan insiden ini, kami meminta kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan untuk segera turun melakukan pengecekan lapangan terkait standar kelayakan kendaraan yang digunakan dalam angkutan umum.”jelasnya.

Keselamatan penumpang, terutama anak-anak sekolah yang menjadi pengguna angkutan ini, menjadi perhatian utama dalam kasus ini.

“Kami mendukung Dishub untuk melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan atau penyedia jasa angkutan – bus tersebut. Jika ada temuan, lakukan proses tindakan sesuai dengan prosedur operasi standar keselamatan angkutan umum,” tambah Kampe.

Menurut Kampe, pemilik mobil atau penyedia jasa harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Mereka juga meminta keterlibatan pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut.

Sementara itu, dalam keterangan terpisah, Adi, Humas PT Adei, menyampaikan informasi bahwa fokus saat ini adalah pada pengobatan di klinik. Beberapa murid sudah diperbolehkan pulang. Pengemudi bus telah diserahkan oleh kontraktor pemilik bus kepada pihak berwajib. (ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.