BLITAR – Javanewsonline.co.id | Golden Eagle International (GEI) Blitar Raya secara resmi mendeklarasikan diri sebagai lembaga yang bergerak dalam program penghapusan utang debitur dan pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah (PINA). Deklarasi digelar pada Senin (5/5/2025) di Jalan Raya Kandangan, Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, yang sekaligus menjadi lokasi sekretariat GEI.

Acara deklarasi dihadiri oleh Kepala Desa Kunir, perwakilan dari Polsek Wonodadi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sekitar 50 undangan dari masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, lima pengurus GEI Blitar Raya secara resmi diperkenalkan, dengan Hadi Sucipto sebagai koordinator utama.

Dalam konferensi persnya, Hadi Sucipto menjelaskan bahwa GEI merupakan lembaga internasional yang menawarkan solusi terhadap permasalahan perbankan, terutama yang menyangkut kredit macet dan kebutuhan investasi masyarakat tanpa bergantung pada dana dari APBD atau APBN.

Pengurus GEI Beserta Aparat Yang Hadir

“GEI hadir untuk meringankan beban masyarakat yang terlilit utang macet sekaligus memberikan akses pembiayaan investasi kepada pelaku usaha tanpa bunga dan tanpa jaminan,” ujarnya.

Menurut Hadi, program GEI disokong oleh sistem perbankan global, yang diklaim berada di bawah perlindungan hukum internasional dan lembaga dunia seperti PBB, UNDP, serta Bank for International Settlements. Ia menambahkan bahwa sistem ini terhubung dengan seluruh bank sentral di dunia melalui skema yang dijalankan oleh pemilik dana, aset global, dan pemilik sistem keuangan.

Program PINA yang ditawarkan GEI ditujukan untuk membantu pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga lembaga non-pemerintah dalam memperoleh pembiayaan investasi tanpa bergantung pada anggaran negara. Hadi menegaskan bahwa GEI berkomitmen memberikan solusi yang nyata, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mengakses pendanaan melalui jalur perbankan konvensional.

“Kami akan terus berupaya hadir sebagai mitra masyarakat dalam mengatasi persoalan finansial, dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan bebas dari beban bunga ataupun agunan,” tutupnya. (Edi)