Sambas — Javanewsonline.co.i | Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sambas menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang efisien, transparan, dan berpihak pada rakyat dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026. Pandangan itu disampaikan juru bicara Fraksi NasDem, Widyani Utami Figo, dalam rapat paripurna DPRD Sambas yang digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Dalam forum tersebut, Fraksi NasDem menyoroti kondisi fiskal daerah yang dinilai masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat. Berdasarkan data RAPBD 2026, total pendapatan daerah mencapai Rp1,66 triliun dengan belanja sebesar Rp1,52 triliun, menghasilkan surplus sekitar Rp135,5 miliar. Namun, dari total pendapatan tersebut, Rp1,37 triliun bersumber dari dana transfer, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai Rp287,28 miliar.

“Kemandirian fiskal kita masih rendah karena ketergantungan pada dana pusat sangat tinggi. Ini menjadi tantangan besar bagi Sambas dalam memperkuat kemampuan keuangannya,” ujar Widyani dalam penyampaian pandangan umum.

Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan PAD hingga 30 persen, salah satunya dengan menggali potensi pajak daerah secara optimal. Menurutnya, potensi terbesar dapat diperoleh melalui ekstensifikasi dan intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit, serta optimalisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Sambas.

Selain menyoroti sisi pendapatan, Fraksi NasDem juga menekankan pentingnya efisiensi dan ketepatan dalam pengelolaan belanja daerah. Widyani menegaskan, setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat dan mampu mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

“Belanja daerah harus diarahkan pada program yang benar-benar memberikan manfaat dan berkelanjutan. Prinsipnya, lebih baik sedikit tapi tepat guna, daripada banyak tapi tidak dirasakan masyarakat,” ujarnya tegas.

Dalam pandangan umumnya, Fraksi NasDem juga menyoroti sejumlah isu strategis yang dinilai penting menjadi prioritas pembangunan 2026. Di antaranya adalah pembangunan infrastruktur jalan kabupaten, terutama jalan poros penghubung antar kecamatan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi dan berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi perhatian utama. Fraksi NasDem mendorong adanya pemetaan kebutuhan tenaga pendidik, jumlah sekolah, serta sistem distribusi dan evaluasi pendidikan yang terintegrasi agar pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Sambas dapat tercapai.

Dalam bidang kesehatan, Fraksi NasDem menilai pentingnya peningkatan mutu layanan rumah sakit dan puskesmas, termasuk keberlanjutan program PROCesar yang selama ini dinilai bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu. Widyani juga menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di RSUD agar warga Sambas tidak perlu berobat ke luar daerah.

“Tenaga kesehatan juga perlu dibimbing dan diawasi agar mampu memberikan pelayanan yang ramah, humanis, dan berkualitas, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan daerah,” katanya.

Selain persoalan pelayanan publik, Fraksi NasDem turut menegaskan komitmennya dalam mengawal nasib tenaga honorer di lingkungan pemerintah daerah. Fraksi mendorong agar proses pengangkatan mereka menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dapat segera direalisasikan secara adil dan transparan.

Menutup pandangan umum Fraksi NasDem, Widyani menyampaikan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sambas dalam melaksanakan pembangunan daerah yang berpihak pada rakyat. Namun, ia mengingatkan bahwa dukungan tersebut harus dibarengi dengan komitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBD.

“Kami mendukung penuh langkah pemerintah dalam membangun Sambas, tetapi komitmen bersama harus dijaga agar setiap rupiah dari APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga pembahasan selanjutnya berjalan dengan semangat sinergi, transparansi, dan tanggung jawab demi kemajuan Sambas yang kita cintai,” pungkas Widyani. (Usman)