Gowa – Javanewsonline.co.id | Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa memastikan pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025 berjalan sesuai perencanaan. Hingga pertengahan Desember 2025, progres pekerjaan di sebagian besar sekolah penerima bantuan telah mencapai lebih dari 95 persen.
Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa Taufiq Mursad, para kepala sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP penerima bantuan revitalisasi, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Gowa sebagai unsur pengawasan, Minggu (14/12/2025).
“Berdasarkan data capaian sementara, mayoritas sekolah penerima bantuan telah menyelesaikan pekerjaan revitalisasi dengan progres di atas 95 persen. Ini menunjukkan program berjalan sesuai jadwal,” kata Taufiq dalam keterangannya.
Menurut Taufiq, revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Perbaikan fisik sekolah dinilai berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar.
“Revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya menghadirkan lingkungan belajar yang layak bagi peserta didik dan tenaga pendidik,” ujarnya.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Gowa terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar pelaksanaan kegiatan di sekolah sesuai dengan petunjuk teknis serta ketentuan yang berlaku. Sekolah penerima bantuan juga diminta menjaga kualitas pekerjaan dan tertib dalam administrasi pelaporan.
Taufiq mengakui, selama pelaksanaan program terdapat sejumlah tantangan teknis di lapangan. Namun, melalui koordinasi intensif antara dinas, pihak sekolah, dan unsur pengawasan, berbagai kendala tersebut dapat diselesaikan secara bertahap.
Ia juga mengapresiasi peran kepala sekolah yang dinilai aktif dan bertanggung jawab dalam mengawal pelaksanaan revitalisasi di masing-masing satuan pendidikan.
Dengan hampir rampungnya program revitalisasi tersebut, Dinas Pendidikan Gowa berharap kualitas sarana pendidikan di daerahnya dapat meningkat secara signifikan dan berdampak langsung pada mutu pembelajaran serta prestasi peserta didik. (Syaripuddin)

