INDRAMAYU – Javanewsonline.co.id | Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik Kurohman, resmi dilantik menjadi Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indramayu oleh Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, di Gedung Sate Bandung, Selasa (24/9/2024).
Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 100.2.1.3-3802 Tahun 2024, terkait penunjukan Pjs. Bupati, menyusul Bupati Indramayu, Nina Agustina, yang sedang cuti untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Dalam sambutannya, Bey Machmudin menekankan pentingnya peran Dedi Taufik selama mengemban amanah ini. Ia berharap Dedi dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan menjaga kesinambungan pemerintahan.
Selain pelantikan, Dedi Taufik juga hadir dalam kegiatan panen perdana pertanian organik di Kabupaten Indramayu, yang berlangsung pada Rabu (25/9/2024). Kabupaten Indramayu menjadi percontohan nasional dalam pengembangan pertanian organik seluas 1.000 hektare, berkat penerapan pupuk organik cair yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian RI.
Dedi Taufik mengapresiasi kerja keras para petani dalam menerapkan pertanian organik yang berhasil meningkatkan produktivitas secara signifikan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, dan pemerintah adalah kunci keberhasilan program ini.
“Sinergitas antara lahan, petani, dan pemerintah harus terus diperkuat untuk mencapai hasil yang optimal,” kata Dedi.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, mengungkapkan bahwa panen raya ini berhasil meningkatkan produksi gabah hingga 13,7 ton per hektare, dengan varietas padi Ciherang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 50% dari hasil tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 8-9 ton per hektare.
Sugeng berharap, produksi padi Kabupaten Indramayu dapat mencapai target 1,6 hingga 1,7 juta ton pada tahun 2024, dengan tetap menjunjung tinggi kerja sama antara pemerintah dan petani.
Ketua Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Jawa Barat, Rustam Massinai, juga menambahkan bahwa upaya menuju pertanian ramah lingkungan tanpa bahan kimia akan terus dilakukan, dengan target penggunaan bahan kimia dapat dihilangkan sepenuhnya ke depannya.
“Dengan kebersamaan, kita akan terus maju,” tutupnya. (AGUS RIYANTO)

