Takalar – Javanewsonline.co.id |
Tokoh Profesional dan Pemerhati Takalar, Ir H Mohammad Firdaus Dg Manye MM yang juga founder Sahabat Takalar, dalam mewujudkan bentuk kepedulian terhadap olahraga seni beladiri, menggandeng Akademi Seni Beladiri Karate Indonesia (ASKI) membuka kelas baru karate, di Posko Daeng Manye di Galesong, Sabtu (10/6).

Bertempat di Posko Daeng Manye di Galesong, puluhan peserta karate (karateka) yang berasal dari 3 kecamatan terdekat, bahkan ada yang dari Makassar, antusias mengikuti latihan bersama dibawah dua orang pelatih DAN 1 dan DAN 5 (Senpai dan Sensei).

Karateka yang didominasi pelajar dari SD, SMP, hingga SMA itu menjalani latihan perdana dipimpin langsung Sensei Abdul Wahid SPd, didampingi Senpai Kemal SPd.

“Alhamdulillah, pada kesempatan ini sy berterima kasih kepada Daeng Manye dan Tim Sahabat Takalar, dibawah komando Reza Maulana SH bisa bekerjasama dengan ASKI untuk membuka dojo (tempat latihan) yang kebetulan tempatnya cukup refresentatif di posko Daeng Manye di Galesong, sehingga ditempatkan disini,” tutur Sensei Wahid, saat diambil keterangannya.

Ditempat yang sama, Kemal mengatakan, sebanyak 40 orang karateka ikut latihan, tidak menutup kemungkinan pekan depan dihari yang sama, peserta karateka akan bertambah, melihat antusiasme ini.

Sementara, ditempat terpisah saat dimintai keterangannya soal kelas karate ini, Daeng Manye menyampaikan, bahwa sebelumnya ia bersama Sahabat Takalar, sukses dengan program bimbingan belajar dan try out melalui Sahabat Belajar Takalar. Hal itu merupakan wujud kepedulian terhadap pendidikan.

“Nah, kali ini kepedulian kami dalam membentuk generasi muda soal olahraga seni beladiri karate, membuka kelas latihan karate bekerjasama dengan ASKI, dengan harapan ini menjadi langkah awal dalam mencetak benih-benih atlit beladiri. Semoga bisa menempuh prestasi dari tingkat provinsi hingga ketingkat nasional, bahkan tingkat internasional,” paparnya.

Ia juga memfasilitasi ASKI dibawah pimpinan Abdul Wahid dan Kemal, dengan memberi tempat latihan karate (dojo), yang kebetulan Posko Daemg Manye yang cukup memadai dan refresentatif untuk dipakai sarana latihan.

“Selamat berlatih, jaga disiplin, tetap percaya diri, dan tentunya tetap berpegang teguh pada sumpah karate itu sendiri, yakni sanggup memelihara kepribadian, sanggup patuh pada kejujuran, sanggup mempertinggi prestasi, sanggup menjaga sopan santun, dan sanggup menguasai diri,” tutup Daeng Manye. (Mansyur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.