Madiun – Javanewsonline.co.id | Bupati Madiun H Ahmad Dawami pimpin pelepasan ekspor 15 Unit Air Conditioner oleh INKA Multi Solusi (IMS) ke Filipina, didampingi Forkopimda Kabupaten Madiun, di Kantor IMS, Senin (26/9).

Selain Bupati Madiun, tampak hadir dalam acara tersebut, Dandim 0803/Madiun Letkol Inf Meina Helmi SSos, Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo SH SIK MSi, Ka Kejari Kabupaten Madiun Nanik Kushartanti SH MH, Direktur PT IMS Madiun I Ketut Astika beserta jajarannya dan Kepala OPD Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun H Ahmad Dawami menyampaikan, bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami kenaikan inflasi. Hal tersebut harus segera diantisipasi oleh seluruh pihak. Untuk itu ia mengapresiasi PT INKA Multi Solusi (IMS) yang bisa menjalankan ekspor pada situasi seperti ini. “Hari ini ditengah-tengah inflasi, IMS masih bisa ekspor, ini luar biasa,” ujar Bupati Madiun.

Kaji Mbing juga menilai, inflasi telah menjadi momok yang harus dikendalikan, karena akan menghambat pertumbuhan ekonomi di setiap negara, apabila tidak bisa dikendalikan.

“Ketika angka inflasi tidak bisa dikendalikan, maka nilai tukar akan turun, ongkos produksi akan naik dan sulit untuk ekspor,” tandasnya.

Pengiriman ekspor Air Conditioner (AC) Kereta Api ke negara berjuluk Lumbung Padi Asia ini, diharapkan menjadi pembuka dan akan terus meningkat.

“Ekspor harus terus kita jalankan, agar neraca perdagangan kita tidak deficit. Ketika neraca perdagangan kita deficit, maka akan mengurangi cadangan devisa dan pendapatan pajak akan turun, sehingga mempengaruhi kemampuan keuangan,” kata Bupati.

Dirinya beserta jajaran Forkompimda juga siap untuk melindungi setiap investasi di Kampung Pesilat Indonesia tersebut. Dengan adanya investasi tersebut, diharapkan mampu menjaga kestabilan ekonomi di Kabupaten Madiun.

Sementara itu, Direktur Utama PT IMS Ketut Astika mengatakan, jika ekspor yang dilakukan ke Negara Filipina tersebut tidak serta merta.

“Ini (AC Kereta Api) diproduksi pabrik kami yang berada di Geger (Madiun) adalah hasil pemenangan tender di Filipina, bersaing dengan beberapa negara produsen mesin pendingin di dunia,” jelas Ketut.

Pengiriman ekspor tersebut didasari oleh menangnya tender oleh PT IMS di Filipina. Ketut menyampaikan keunggulan produknya dibandingkan yang lain, karena adanya penggunaan teknologi yang ramah lingkungan.

Selain untuk kereta api, PT IMS juga memproduksi Air Conditioner (AC) untuk kapal, pesawat terbang, juga untuk bangunan dengan penggunaan green technology. (YW)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.