Banyuwangi – Javanewsonline.co.id | Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) kembali digelar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (8/12/2025), dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Pada kunjungan kali ini, Ipuk berkantor di empat desa di Kecamatan Licin yakni Desa Jelun, Licin, Tamansari, dan Pakel seraya memantau langsung pelayanan kesehatan dan pendidikan di tingkat desa.

Di Desa Jelun, Dinas Kesehatan Banyuwangi menggelar layanan kesehatan gratis berskala lengkap. Masyarakat dapat mengakses pemeriksaan umum, layanan dokter spesialis, hingga sarasehan kesehatan mental bagi lansia yang melibatkan psikolog. Layanan dokter spesialis penyakit dalam juga disiapkan bagi warga yang terindikasi memiliki gangguan kesehatan tertentu.
Bupati Ipuk menegaskan bahwa kehadiran dokter spesialis dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan untuk memperluas layanan medis yang sebelumnya hanya tersedia di rumah sakit.

“Dokter spesialis kami hadirkan secara bergilir di puskesmas. Harapannya, masyarakat yang membutuhkan tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit. Cukup datang ke puskesmas terdekat,” ujar Ipuk.
Kebijakan ini menjadi langkah untuk mendekatkan layanan kesehatan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah perdesaan dan perbukitan. Dinas Kesehatan juga memastikan bahwa fasilitas dan tenaga medis di puskesmas akan terus diperkuat agar dapat memberikan penanganan awal lebih optimal.
Perhatian pada Pendidikan dan Kesehatan Mental
Di sektor pendidikan, kegiatan Bunga Desa berlanjut di Desa Licin, bertempat di SMP Negeri 1 Licin. Di sana digelar berbagai program pembelajaran dan pendampingan, di antaranya sosialisasi pembelajaran Coding dan AI untuk guru, pelatihan Smart Gasing PISA, edukasi kebencanaan bagi murid, serta sesi parenting bagi orang tua dan guru.
Sesi parenting menghadirkan psikolog dari RSUD Genteng Banyuwangi, Ratna Azkia Rahmandani, S.Psi., yang membawakan materi bertema “Peran Orang Tua dalam Mewujudkan Remaja Sehat (Sehat Kini dan Nanti)”. Ratna menekankan bahwa tantangan remaja masa kini menuntut orang tua untuk lebih memahami fase tumbuh kembang anak.
Ia menjelaskan bahwa orang tua perlu bersikap CERMAT, yang meliputi:
- Cinta: memberikan kasih sayang melalui sentuhan positif dan pembiasaan nilai-nilai agama.
- Emosional: membangun kedekatan emosional agar anak merasa aman bercerita dan mencari solusi bersama.
- Role Model: menjadi teladan moral dan etika dalam keseharian.
- Mendampingi: hadir sebagai pendukung dan pendidik pertama anak dalam segala aspek.
- Analisis: memahami lingkungan pertemanan anak, baik di sekolah maupun ruang digital.
- Tegur: mengingatkan anak tanpa kontrol berlebihan, fokus pada bimbingan bukan pembatasan.
Menurut Ratna, peran orang tua menjadi penting dalam mencegah berbagai masalah kesehatan mental remaja, seiring meningkatnya tantangan sosial dan digital.
Komitmen Layanan Publik Lebih Dekat
Program Bunga Desa yang dilaksanakan sepanjang hari itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi menghadirkan layanan publik langsung di akar rumput. Penekanan pada perluasan layanan kesehatan—mulai dari dokter spesialis, penyuluhan kesehatan, hingga layanan psikologi—menjadi perhatian utama dalam edisi Bunga Desa kali ini.
Pemerintah daerah berharap pendekatan jemput bola ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mempercepat deteksi dini penyakit, serta memperkuat literasi kesehatan mental di tingkat keluarga. (TR)

