Pembangunan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peningkatan infrastruktur, tetapi juga mendukung penataan lingkungan serta upaya mengatasi persoalan genangan air yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Magetan — Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 terasa semakin istimewa bagi masyarakat di wilayah Srogo, Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Pasalnya, pembangunan saluran beton pengendali banjir yang selama ini dinantikan warga mulai menunjukkan progres dan perubahan wajah kawasan.
Pembangunan saluran beton pengendali banjir yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR), khususnya Bidang Sumber Daya Air (SDA), dalam meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap ancaman banjir dan genangan.
Selama bertahun-tahun, banjir menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar Kelurahan Tawanganom, terutama ketika curah hujan meningkat. Kondisi tersebut membuat pembangunan saluran pengendali banjir memiliki arti penting dalam membantu memperlancar sistem drainase dan mengurangi potensi genangan.
Berdasarkan dokumen pekerjaan, pembangunan saluran beton pengendali banjir tersebut dilaksanakan oleh CV Tirta Buana, perusahaan yang beralamat di Desa Karangsono RT 04 RW 01, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Sementara itu, konsultan pengawas pekerjaan adalah CV Cakra Mandiri Persada.
Nilai proyek berdasarkan harga negosiasi pekerjaan tercatat sebesar Rp378.910.122.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Magetan, Muhtar Wakid, S.ST., M.T., melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Yuli Karyawan Iswahyudi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pembangunan saluran beton pengendali banjir menggunakan sejumlah elemen konstruksi pracetak.
Menurutnya, elemen seperti U-Ditch menjadi salah satu komponen utama dalam pembangunan saluran. Selain itu, digunakan pula buis beton maupun box culvert yang berfungsi mendukung kelancaran aliran air.
“Pembangunan saluran beton pengendali banjir ini diharapkan dapat memperlancar aliran air hujan, menahan tekanan tanah, serta mengurangi potensi genangan di kawasan yang rawan banjir,” jelasnya.
Dengan pembangunan tersebut, pemerintah berharap persoalan genangan yang selama ini dirasakan masyarakat dapat diminimalkan. Selain meningkatkan fungsi drainase, keberadaan saluran beton juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga, terutama saat musim penghujan.
Pembangunan infrastruktur ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan dalam menghadirkan sarana pengendalian banjir yang lebih memadai dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Rend)

