Di salah satu sudut Kota Bogor, Sabtu, 11 Januari 2026, tenda-tenda sederhana didirikan di halaman sebuah lapangan umum. Warga datang bergantian, membawa keranjang dan kantong plastik, menunggu giliran membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Di tengah hiruk-pikuk itu, Artha Graha Peduli (AGP) kembali melanjutkan program Pasar Murah 2026 sebuah upaya yang bukan sekadar transaksi jual-beli, tapi juga bentuk kepedulian terhadap masyarakat rentan.
Program ini, yang dimulai sejak Desember 2025, menargetkan kelompok masyarakat yang paling terdampak kondisi ekonomi maupun bencana alam. Mulai dari tanah longsor, banjir rob, hingga gangguan aktivitas ekonomi pasca Tahun Baru, AGP hadir sebagai mitra strategis pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan keluarga.

Di lapangan, para relawan tampak sibuk membantu warga, menata bahan pangan pokok, dan memastikan distribusi tepat sasaran. Koordinasi dilakukan dengan aparat setempat dan tokoh masyarakat agar bantuan benar-benar sampai ke mereka yang membutuhkan.
Tak hanya sembako, AGP juga menyediakan layanan kesehatan: pengecekan gula darah, tekanan darah, kolesterol, hingga penyuluhan gizi seimbang dan pola hidup sehat bagi lansia serta kelompok terdampak bencana.

Stephen Kurniawan dari Bank Artha Graha Internasional Cabang Bogor menekankan bahwa pasar murah ini juga bagian dari upaya menekan inflasi dan memperkuat daya beli masyarakat. “Kami ingin hadir nyata di tengah masyarakat, memberikan solusi konkret bagi mereka yang belum sepenuhnya terjangkau program lain,” ujarnya.
Di tengah antrean dan kerumunan itu, terlihat harapan yang sederhana tapi penting: di pasar murah ini, warga bisa mengisi dapur mereka tanpa khawatir, sekaligus menjaga kesehatan keluarga di tengah tantangan ekonomi dan bencana yang tak bisa diprediksi. Program yang terus berlanjut ini bukan hanya soal harga murah, tetapi tentang kepedulian yang membumi, dari akar rumput hingga level nasional. (Ari)

