Safari Ramadhan jajaran Pemerintah Kabupaten Bima pada Rabu (20/4) berlangsung secara bersamaan pada dua wilayah, yaitu di Kecamatan Donggo dan Parado.
Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE beserta Inspektur Kabupaten Bima H Abdul Wahab Usman SH MSi, para kepala Perangkat daerah, Kepala Bagian Setda beserta Camat Donggo Ardavis SST dan Muspika setempat, melaksanakan kegiatan Shalat Isya dan Taraweh di Masjid Baiturrahman Desa Doridungga Kecamatan Donggo.
Sementara, Wakil Bupati Drs H Dahlan M Noer didampingi Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah dan Kepala Bagian Setda, para pejabat teras, Camat Parado Drs Hamzah dan Muspika mengadakan shalat Tarawih bersama di Masjid Urwatul Wusqa Desa Parado Rato Kecamatan Parado.
Bupati dalam sambutannya mengingatkan para jamaah, agar tetap menjaga kerukunan umat beragama, seperti yang telah terjalin dengan baik selama ini.
“Donggo tidak hanya didiami oleh umat Islam saja, tetapi juga oleh umat non muslim dan merupakan cerminan kerukunan beragama yang harus dijaga,” ungkap Bupati.
Selain menghimbau agar warga Donggo menjaga toleransi beragama, Bupati Bima juga menghimbau agar menjaga hasil-hasil pembangunan, baik yang pendanaannya bersumber dari Dana Desa, APBD, APBD Provinsi maupun APBN.
“Saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Kecamatan Donggo, khususnya Desa Doridungga, agar bersama-sama menjaga hasil pembangunan infrastruktur yang ada, agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan dukungan kepada Camat dan Muspika dalam melakukan kegiatan safari Ramadhan di seluruh desa yang ada. Secara khusus Bupati Bima meminta Camat dan Muspika untuk meningkatkan sosialisasi tahapan Pilkades.
“Tahun ini ada lima desa di Kecamatan Donggo yang menyelenggarakan Pilkades serentak. Oleh karena itu, Muspika diharapkan dapat mengajak warga untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkades serentak, agar mencapai partisipasi maksimal. Pilkades dikatakan sukses jika tingkat partisipasi pemilih diatas 70 persen,” paparnya.
Sebelumnya, Penceramah Ustadz Farhan Bil Islam dalam tausiahnya dihadapan jamaah Masjid Baiturrahman Doridungga memaparkan, Allah SWT begitu sayang kepada manusia, sebagai hamba Nya dan sejak manusia ada dalam kandungan, lahir hingga besar telah menempatkan satu “sinyal” yang terhubung dengan Allah yaitu organ jantung manusia.
“Sejak awal dilahirkan, jantung berdetak sebagai sinyal yang setiap saat bergerak, inilah yang dinamakan Qalbu, yang terus berdzikir akan mendekatkan hamba dengan Allah SWT. Jika sinyal rusak, maka dengan sendirinya manusia tidak terhubung dengan Allah. Karena itu kewajiban kita adalah selalu mendekatkan jarak kita kepada Allah,” tuturnya. (Teguh)

