NTT – Javanewsonline.co.id | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), melakukan panen jagung secara simbolis pada lokasi Gerakan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dari Kelompok Tani Mutiara Desa Pariti Kecamatan Sulamu dan Kelompok Tani Fajar Kasih Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang, Jumat (30/10). Dalam kesempatan itu, Gubernur hadir didampingi oleh Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe.
Awalnya, alokasi lahan TJPS untuk Kabupaten Kupang seluas 2.600 ha, namun setelah dilakukan verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk Musim Tanam (MT) periode April -September (ASEP) oleh Pendamping Lapangan, terverifikasi luasan lahannya sekira 375 ha.
Khusus Kecamatan Sulamu, luas lahan terverifikasi 110 ha dengan realisasi tanam 67,05 ha dan Kecamatan Fatuleu Barat Luas lahan terverifikasi 43,30 ha dengan realisasi tanam 39,20 ha.
Acara puncak pasca panen simbolis gerakan TJPS, pelaksanaannya dilakukan dihalaman kantor Desa Poto. Camat Fatuleu Barat Kandidus Neno dalam sambutannya menyampaikan sejumlah usulan pembangunan dan mengapresiasi terhadap Gubernur NTT.
“Hari ini Bapak Gubernur mengunjungi kita di Fatuleu Barat, sebelumnya kami tahu tentang Gubernur lewat buku dan cerita orang saja. Karena dalam sejarah di Fatuleu Barat, sejak 1958 hingga kini atau sekira 62 tahun, Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat adalah Gubernur pertama yang mengunjungi Fatuleu Barat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa usulan yang Ia sampaikan berkaitan dengan adanya potensi pertanian, kebutuhannya berupa Alsintan, pompa mesin air, Jaringan Internet dan Listrik.
Wabup Kupang, Jerry Manafe menyampaikan, Fatuleu Barat saat ini mengalami perkembangan dalam pembangunan infrastruktur jalan yang akan diikuti dengan terpenuhi kebutuhan pembangunan lainnya.
“Hari ini Bapak Gubernur datang untuk melakukan panen simbolis jagung Gerakan TJPS. Dapat kita saksikan bersama, meskipun tempat ini gelap, akan tetapi saat jalan kita tidak terantuk seperti dulu. Artinya jalan kita sudah mulus dan itu karena kebijakan bapak Gubernur,” terangnya.
Ia mengemukakan bahwa masyarakat mesti yakin akan terus diperhatikan oleh Gubernur, asalkan tetap bekerja dan turut membantu mensukseskan Gerakan TJPS untuk mewujudkan kesejahteraan.
Gubernur VBL dalam sambutannya menegaskan, pemimpin itu mesti terus bersama rakyat untuk melayani rakyatnya. Karena daerah ini memiliki potensi yang luar biasa, maka harus dikelola dengan baik. Masyarakat mesti memiliki etos kerja yang tinggi dan apa yang menjadi kebutuhan akan dipenuhi di tahun 2021.
“Dalam kepemimpinan saya, tentunya saya terus terjun ke lapangan untuk melayani masyarakat dan memastikan elemen pemerintah bekerja bersama masyarakat. Hari ini kita panen, Tahun depan (2021) potensi lahan 400 ha yang terverifikasi, Tanam dan panen serta sukseskan Gerakan TJPS, maka saya pastikan kebutuhan jaringan listrik dan telepon ada di tempat ini,” tegas Gubernur Viktor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Frederich Koli, Staf Khusus Gubernur Pius Rengka dan Tim Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) NTT. (*Arif Bait)

